21 Jul 2012

Ahli Waris Akun Dunia Maya

Sebelumnya Ca Ya mau ngucapin Selamat Menunaikan Ibadah Puasa bagi yang menjalankan hehehe....


Selama ini, yang ada di pikiranku tentang warisan adalah uang atau tanah. Biasanya sih begitu. Dan kalau kamu adalah seorang sinetron mania, maka kamu akan sangat sering mendapat cerita tentang perebutan harta warisan. Cerita semacam ini juga banyak terjadi di dunia nyata. Warisan dengan jumlah melimpah akan menjadi rebutan, ingin mendapat 'jatah' yang lebih banyak. Padahal, pembagian warisan sudah ada aturan yang ditetapkan, khususnya dalam Islam.

Nah, bagaimana dengan warisan dunia maya?

Terinspirasi dari artikel VOA yang berjudul "Siapa Pewaris Akun Dunia Maya setelah Anda Meninggal?" tanggal 12 Juli 2012 yang berisi tentang kekhawatiran terkait masalah hukum dan etika, yang dapat membuat keluarga dan teman yang ditinggalkan frustasi ketika mencoba mendapatkan kontrol atas akun-akun internet almarhum/ah.



Ini bisa menjadi masalah yang cukup besar ketika akun seseorang yang sudah meninggal disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu. Bisa saja, kan? Ada beberapa hal yang menurutku mungkin saja terjadi penyelewengan atas akun seseorang yang telah meninggal. Cekidot:

1. Misalnya si Baba telah meninggal dan meninggalkan beberapa akun dunia mayanya. Tiba-tiba ada seseorang yang tak bertanggung jawab mencoba mengendalikan akun si Baba. Tujuannya untuk menakut-nakuti teman-teman Baba, seolah-olah akun Baba dikendalikan oleh hantunya Baba. Siapa yang tahu? Seseorang itu bisa temannya Baba yang tahu username dan password-nya, bisa juga hacker, bisa juga si mantan Baba heu. Kemungkinan besar memang yang melakukan adalah orang yang tak suka pada Baba.

2. Seperti berita di artikel VOA tsb bahwa sempat terjadi kasus meninggalnya seorang remaja karena bunuh diri. Penyebabnya tidak diketahui. Orang tuanya pun yakin bahwa jawabannya ada di akun jejaring sosialnya. Tapi mereka tak bisa membukanya. 

3. Perkara meninggal itu pasti. Bayangkan jika ada 100 pemilik akun meninggal, berarti akan ada 100 'sampah' akun dunia maya yang tertinggal. Tentunya akan jadi mubazir dan sebaiknya di deactive saja. Dalam hal ini, diperlukan Ahli waris akun dunia maya.



4. Jika dipikir secara sederhana, pemberian warisan akun dunia maya dilakukan dengan memberikan data akun digital anda kepada orang yang benar-benar dipercaya. Barangkali dalam hal ini orang tua atau saudara kandung atau saudara terdekat. 

5. Pemilik akun sejatinya juga bisa memberikan wasiat kepada seseorang yang ia percaya untuk 'melanjutkan' atau menjalankan kembali akun digitalnya. Tidak masalah jika digunakan dengan baik dan sesuai aturan. Gak bermaksud lebay tapi untuk kenyamanan bersama.

6. Jika banyak akun digital yang tak terpakai, maka bisa dipastikan akan muncul komentar-komentar atau spamer yang bertebaran dan akan terlihat seperti kuburan virtual. Mengerikan juga, ya hmmm....

7. Penyalahgunaan akun digital akan sangat merugikan, terutama jika pemiliknya sudah meninggal. Kalau begini, tak tenanglah arwah si pemilik akun :(

~o~

Setelah kupikir-pikir, sepertinya kita harus mulai merencanakan masa depan akun digital kita hehe. Aku punya seorang teman kuliah yang telah meninggal dan sering sekali aku melihat akun facebook-nya masih terpajang jelas di home-ku, di bagian "orang yang mungkin anda tahu" hehe. Kebetulan kami tak berteman di Facebook. Entah rasanya seperti apa tapi aneh saja hehe. Untuk orang yang memang sudah tahu bahwa dia meninggal, pasti melihatnya seperti kuburan, apalagi Foto Profile-nya adalah foto dirinya. Sedih.

Dan alangkah baiknya jika akun digital digunakan dengan sebaik-baiknya. Berusaha untuk tidak mengeluh atau membuat status/tulisan yang tak seharusnya, tidak meng-upload foto yang kurang pantas, tidak menjadikan social networking sebagai media perang, saling ejek, saling menjatuhkan dsb.

Dengan begitu, akun digital kita tidak akan meninggalkan sesuatu yang buruk kelak jika sudah meninggal. Tulis saja hal-hal yang baik dan bermanfaat. Itu akan lebih membuat kita dikenang karena hal-hal  baik dan bukan sebaliknya. Dan aku pun belajar untuk itu :)

 Semoga kita menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama :) AMIN


Yuk Mariii \(~..~)/




sumber gambar dan referensi


readmore »»  

18 Jul 2012

Curi Budaya, Buat Apa?

Oh blog, lama tak bersua T.T
Alhamdulillah, semua urusan kuliah sudah beres tapi urusan kerjaan tetap yahud :))

Ehem, kali ini aku mau cuap-cuap tentang Budaya Indonesia, khususnya Budaya Jawa Barat. Aku lahir di wilayah Jawa Tengah tapi sekarang menetap di Jawa Barat hehe. Waktu TK, aku sempat diajari Tari Jaipong. Waktu SMP, aku belajar main seruling bambu. Nah, Tari Jaipong dan seruling bambu merupakan salah dua dari Budaya Jawa Barat.

Sama seperti daerah/Provinsi lainnya, Provinsi Jawa Barat juga memiliki budaya yang menjadi ciri khas daerah Sunda. Apa aja tuh? Cekidot ajuaaa :D

1. Baju Adat
Kalau biasanya kamu melihat baju adat yang penuh asesoris dari ujung rambut sampai ujung kaki, kamu akan melihat baju adat Daerah Sunda yang sederhana tapi tetap elegan. Untuk laki-laki terdiri dari baju jas kerah tinggi atau kerah yang menutup leher, biasa disebut Jas Takwa, celana panjang yang sewarna dengan jas, kain batik motif bebas yang dipasang di pinggang, topi mirip blankon (Bendo), selop, keris yang dipasang di belakang pinggang, rantai untuk hiasan jas. 


Untuk perempuan terdiri dari kebaya motif polos sederhana, kain batik sebagai rok, hiasan bunga atau sejenisnya untuk rambut, selop dengan warna yang sama dengan kebaya, selendang, bisa juga pakai kalung untuk mempercantik penampilan hehehhehe.

2. Suku 
Jadi ceritanya, di Jawa Barat itu terkenal dengan suku Baduy. Tapi suku Baduy letaknya di Banten yang sekarang sudah jadi Provinsi. Suku Baduy terdiri dari Baduy dalam dan luar. Kalau suku Baduy luar tuh masih mau berinteraksi dengan masyarakat di luar suku. Aku pernah lihat beberapa orang suku Baduy luar yang jalan-jalan di tengah kota. Cirinya, pakaiannya serba hitam dengan ikat kepala dan bawa sejenis karung :D

rumah suku Baduy

Kalau Suku Baduy dalam sih katanya benar-benar tidak mau berhubungan atau menggunakan fasilitas selain milik suku tsb. Cirinya, pakaiannya serba putih dengan ikat kepala. Makanya kalau kita mau coba ke Suku Baduy dalam, gak boleh bawa kamera.

3. Alat Musik


Jawa Barat memiliki alat musik tradisional, namanya Angklung. Angklung adalah alat musik tradisional yang terbuat dari bambu dan dimainkan dengan cara digoyangkan dan menghasilkan bunyi dari benturan bambunya. Angklung akan menghasilkan 3-4 nada dalam setiap ukuran. karena angklung memiliki berbagai macam ukuran. Meskipun hanya terbuat dari bambu, tapi kalau dimainkan dalam jumlah banyak, akan menghasilkan suara yang merdu dan luaaaaarrr biasa. Sudah banyak konser-konser musik tradisional yang melibatkan Angklung dan tidak sedikit juga pemain Angklung yang masih di bawah umur hehe. Kalah deh sayah :3

4. Tarian


Pastinya tahu Jaipong donk ya? Yak, Tari Jaipong merupakan tarian khas Jawa Barat. Jaipongan adalah sebuah genre seni tari yang lahir dari kreativitas seorang seniman asal Bandung, Gugum Gumbira. Perhatiannya pada kesenian rakyat yang salah satunya adalah Ketuk Tilu menjadikannya mengetahui dan mengenal betul perbendaharaan pola-pola gerak tari tradisi yang ada pada Kliningan/Bajidoran atau Ketuk Tilu. Gerak-gerak bukaan, pencugan, nibakeun dan beberapa ragam gerak mincid dari beberapa kesenian di atas cukup memiliki inspirasi untuk mengembangkan tari atau kesenian yang kini dikenal dengan nama Jaipongan. Seingatku, dulu waktu TK pernah diajari nari Jaipong, lenggak lenggoknya itu susaaaaaahh banget. Apalagi gerakan tangannya musti lentur, gak gampang loh. Pastinya gak kayak break dance :D


Selain tari Jaipong, ada juga yang namanya Tari Merak. Nah, kalau tarian ini punya ciri khas yaitu kostum yang digunakan menyerupai burung merak, warna warni gitu deh.


mirip burung merak, kan :D


5. Wayang


Di Jawa Barat ada yang namanya Wayang Golek. Wayang golek tuh ya kayak boneka, agak 3D gitu deh hehe. Memang tampilannya agak nyeremin gitu, tapi ada yang ganteng juga kok. Monggo dipilih dari kumpulan golek di atas hehe. Aku sih memang jarang atau malah gak pernah ya nonton pewayangan gitu. Wayang golek ini juga dimainkan oleh orang pakai tangan. Ya kayak unyil gitu. Sama seperti pertunjukan wayang lainnya, wayang golek juga memiliki cerita yang bersumber dari Ramayana dan Mahabarata. Ceritanya menggunakan bahasa sunda, diiringi musik gamelan dan alat musik tradisional lainnya dan biasanya juga lengkap dengan sang sinden. Kalau suka nonton OVJ, pasti tahu sinden :)


6. Senjata
Kalau kamu pernah ke Bogor, paling tidak pernah lihat tugu Kujang, kan ya? Bentuknya kayak di bawah ini...




Nah, Kujang adalah senjata tradisional khas Jawa Barat. Bentuknya unik melengkung, terbuat dari baja dan bahan pamor, panjangnya sekitar 20-25 cm. Kujang merupakan perkakas yang merefleksikan ketajaman dan daya kritis dalam kehidupan juga melambangkan kekuatan dan keberanian untuk melindungi hak dan kebenaran. Menjadi ciri khas, baik sebagai senjata, alat pertanian, perlambang, hiasan, ataupun cindera mata. Kujang merupakan senjata yang memiliki nilai sakral dan konon katanya punya kekuatan magis.

7. Rumah Tradisional




Rumah tradisional Jawa Barat namanya Kasepuhan. Contoh nyatanya ada di Keraton Kasepuhan yang ada di Cirebon. Keraton ini memiliki museum yang cukup lengkap dan berisi benda pusaka dan lukisan koleksi kerajaan. Salah satu koleksi yang dikeramatkan yaitu Kereta Singa Barong. Kereta ini saat ini tidak lagi dipergunakan dan hanya dikeluarkan pada tiap 1 Syawal untuk dimandikanBagian dalam keraton ini terdiri dari bangunan utama yang berwarna putih. idalamnya terdapat ruang tamu, ruang tidur dan singgasana raja. Semoga diriku bisa nengok Keraton Cirebon. Lah ke Keraton tempat kelahiran aja belum pernah hehehhhe.

0o0

Semua warisan budaya yang ada di Jawa Barat dan menjadi ciri khas daerah akan selalu menjadi sesuatu yang unik dan menjadi identitas daerah tsb. Menariknya, setiap Provinsi di seluruh Indonesia memiliki berbagai macam budaya, punya identitas :)

Ya, Indonesia dikenal karena keanekaragamannya. Tidak ada alasan untuk mencuri budaya yang sudah ada dan mengatasnamakan budaya tsb sebagai hak miliknya. Semua budaya di setiap daerah sudah menjadi layaknya nama daerah, jadi tidak bisa dicuri begitu saja. Mencuri budaya, berarti juga mencuri identitas suatu daerah. Sangat sulit jika sebuah budaya begitu saja berpindah ke daerah lain dan memaksa masyarakat untuk mengakui budaya tsb telah berpindah.

Jangan curi budaya kami, jangan curi budaya bangsa Indonesia. Aku sendiri kagum dengan seseorang yang begitu semangatnya menceritakan kisah kebudayaan Jawa. Seperti sudah apal  banget. Barangkali sebaiknya kita sebagai rakyat Indonesia sejati juga mengetahui tentang budaya di daerahnya hehe. 

Jadi, buat apa mencuri budaya segala? Oh berarti budaya Indonesia itu memang yahud sampai ada yang ingin mencuri. Hmmm mungkin, ya. Biasanya, kalau ada barang berharga kita yang ingin dicuri, kita pasti mati-matian mempertahankannya, gimana dengan budaya Indonesia? apakah kita sudah mati-matian menjaganya?

Jangan curi budaya kami karena itu identitas kami.


Yuk Mariii +..+






readmore »»