15 Mar 2015

Ada Apa di Tahun 2013 - 2014? [Part 2]

Ini yang Part 1

Kisah berliku di tahun 2013 sudah usai, berakhir happy ending. Endingnya akhirnya saya bisa wisuda juga dengan selamat haha. Lalu apa lagi yang membuat saya hiatus ngeBlog saat tahun 2014? terhitung hanya 9 postingan saja yang saya hasilkan.

Bisa dibilang, tahun 2014 adalah tahun 'balas dendam'. Selama kurang lebih 2 tahun, kegiatan saya cuma kerja, kuliah, pulang, begitu terus sampai lulus. Kasian, malam minggu malah pulang ke rumah karena lelah seminggu kegiatan full.

Tahun 2014 adalah tahun jalan-jalan buat saya. Memang sih, saya sudah terpisah arah dengan teman-teman dekat selama di kampus. Tapi, anggapan itu salah setelah saya bertemu mereka.

mereka :*

Ya, balas dendam atas ketidakbisaan saya menghibur hati yang kesepian ini selama 2 tahun belakangan haha. Berbagai macam tempat wisata di Bandung, kami jelajahi. Tentu saja bukan tempat wisata seperti Trans Studio yang menguras kantong, tempat-tempat kece juga banyak yang terjangkau kok.

Ciwidey, Bandung Selatan
Agak lupa nama tempatnya apah hahaha. Udah siap mau terjun payung flying fox


Taman Fotografi, Bandung
Mau gratis, main aja di taman! ha ha ha


Jl. Braga, Bandung
Mau suasana klasik? Braga aja!


Area Perkebunan Teh, Pangalengan, Bandung
Mau yang adem-adem tiyis? Pangalengan-lah tempatnya. Gih!


De Ranch, Lembang, Bandung
Tiketnya goceng doank, lho...ga tau kalau sekarang. ha ha ha


Batu Kuda, Bandung
Ini katanya batu kuda, emang bentuknya kayak kuda, ya?


Taman Lansia, Bandung
Hari minggu suka ada pasar kaget di Gasibu, sekalian nyebrang ke Taman Lansia aja


 Dago Pakar, Bandung
Mau uji nyali di gua jepang atau belanda, ke Dago Pakar aja hihi


Floating Market, Lembang, Bandung
Asik banget lho buat cuci mata, bisa kapal-kapalan juga, ada bebek goes juga


Mang Engking, Kopo, Bandung
Ada yang ulang lahir, makan-makan di sini :D


Pintu, Pangalengan
Bukan, kita bukan main di depan pintu. Nama daerahnya Pintu :(


Waduk Saguling, Cipatat, Kab.Bandung Barat
Mana waduknya?


Kebon Arcamanik, Bandung
Tempat gratisan selain Taman Kota, ya ini....kebon kosong. Lumayan buat tes kamera


Citywalk Mall, Bandung
Ada saatnya kita nge-Gahoel di emol lho kawand *.*


Situ Cisanti, Pangalengan
Keren ya? Mau ya? Mau ya? MAU YA? HA HA HA


Home Sweet Home, Arcamanik, Bandung
Kalau muntah, bilang, ya............


Bukit Unggul, Bandung
Di sini ada curugnya juga, suasananya adem bangetlah pokoknya!



Puncak Bintang, Bandung
Kita sempet ikut casting pemain untuk Film Pendekar Tongkat Emas, tapi udah diusir sebelum ikut casting. Kasian yah ~


Home Sweet Home, Pangalengan
Kita mau maen lenong nih!


Borobudur Temple, Magelang

Parangtritis Beach, Yogyakarta

Finally, kita bisa juga loh main (agak) jauh ha ha ha. Bermodalkan nekat dan bekal pas-pasan, kami pun bisa meluncur ke Yogyakarta yang memaaaang kampung halaman saya, siiih. Saya udah rutin ke Jogja tiap Lebaran. Tapi ini acara liburan di luar musim ha ha ha.

Inilah 'balas dendam' yang saya maksud tadi ha ha ha. Sebenarnya tidak semua acara piknik di atas dilakukan di tahun 2014, tapi mayoritas kami lakukan di tahun 2014. Asik kan? Ha ha ha......

Dan........

Dengan bangga saya memperkenalkan teman, sahabat, keluarga saya tercinta...

~ Arcamania Abal-Abal Club ~



Yuk Mariii.....
readmore »»  

13 Mar 2015

Fiksi: "S E A" Part 2 - End

Lihat SEA Part 1 di sini

Telingaku terganggu oleh suara bising untuk ke sekian kalinya. Setelah suara kaleng rombeng teman si Gelombang itu, sekarang model manusia macam apa yang memecah angin sejuk di pagi buta begini. Sudah cukup setelah genk monyet mengusiliku semalaman, si ular melewatiku, si tupai mencapakkanku dan sekarang si manusia menyumbang suara sereosa 8 oktaf pemecah gendang telinga. Dua orang manusia. Ya, dua. Eh, tiga.

Aku Sea. Si Laut keras kepala. 

Kucoba membuka mata lebar-lebar, sekedar mengintip keadaan di bawah sana. Dua anak manusia di pinggir danau Sentani. Danau tempatku menenggelamkan diri di pagi hari, mencari ikan di siang hari, mandi di sore hari dan berlayar di malam hari. Dua anak manusia ini tengah asyik berpose. Berpose adalah suatu kegiatan di mana anda menjadi budak kamera.


Pikiranku buyar. Ini pasti karena jadwal penenggelaman diriku terganggu oleh mereka. Kuamati mereka dengan amat seksama. Si manusia bertudung itu tertawa amat lebar dan si manusia berkulit merah itu ikut tertawa seiring dengan aba-aba dari fotografer mereka. Mataku sayu, sedikit berair. Ada yang berbisik, terakhir kali aku merasakan tawa lebar seperti mereka........sudah lama sekali. Ada cinta di antara mereka dan tak ada cinta yang menghampiriku. Belum.

Pengamatanku berkembang menjadi maju dan mencari. Mencari manusia yang senasib. Kulewati mereka dalam diam. Sekilas aku mendengar mereka saling memanggil, tapi hanya Wind saja yang aku dengar. Anggap saja itu nama si manusia bertudung. Kali ini, aku melangkah tidak di alam bawah sadar seperti kemarin. Kuperhatikan langkah dan arahku sambil terus mengucap asa. Aku bisa berjalan hingga berjam-jam lamanya. Ya, tapi hanya monyet-monyet yang kutemukan. Kali ini, aku ingin bertemu manusia.



Sepakat. Garis-garis wajah yang tak terlihat. Posisi wajah menunduk, tudungnya melambai kecil. Senada dan seirama. Kelak, pertanyaan klise itu akan muncul kembali. Lagi-lagi, pengamatanku berkembang menjadi maju dan mencari.

"Andai air matamu bisa menambah debit isi sungai mungil ini, ya." 
"............"
"Janganlah kau diam membisu. Diammu akan menenggelamkanmu."
"............"

Tak sepatah katapun ia keluarkan. Kutinggalkan ia dan tak kusangka di mengikuti. Kubiarkan gadis kesepian ini mengikutiku. Akan kubawa dia ke puncak bintang, tempat favoritku setelah danau sentani. 

"Rain......" Satu kata terucap dari bibir gadis bertudung itu. Wajahku menengok sembari mengangguk seraya memberikan simpul senyum termanisku, "Aku Sea."

Senyap menghilangkan sosok Rain di tengah perjalanan kami. Hanya pada saat dia memberitahukan namanyalah aku melihat wajahnya dan setelah itu hilang. Langkahku tetap mantap menuju puncak bintang meski sebelah sayapku hilang. Senyumku tetap nampak meski seonggok pertanyaan klise berseliweran di setiap sisi syaraf otakku.

Berdiri di pinggir tebing, kurentangkan kedua tanganku, merasakan hembusan angin menerjang tubuhku, kubiarkan begitu beberapa detik lamanya. Puas merasakan gelombang angin, kupungut sebuah batang pohon kecil cukup panjang. Kupegang batang itu erat, memutar-mutarnya perlahan, melemparnya tinggi-tinggi, kutangkap dengan mantab dengan sebelah tangan. 

Diam dalam diam, rintik hujan jatuh cepat. Pikiran klise kembali terbayang. Membayangkan sebuah potongan klise film hasil muntahan kamera. 


Kupilih Rain menjadi partner tongkatku. Rain, si gadis hujan, tenggelam dalam diam, sejuk karena hujan. Kunantikan kau di rumahku nanti, Rain. 

Kuputuskan untuk kembali pulang. Bukan ke rumah naga karena masa sewaku sudah habis. Aku akan pulang kembali ke nama asliku. Aku Sea, si laut keras kepala akan kembali ke laut. 

Tak kutemukan teman, tidak juga cinta, hanya nama. Sun, si matahari aktif, Gelombang angkuh, Wind, si angin ceria dan.....Rain, si gadis hujan. Aku Sea, si laut keras kepala. 


Pada akhirnya kulukis semua hal tentang kalian yang kutemui secara tak sengaja. Di sini, aku berada berhadapan langsung dengan namaku, Sea. Berhadapan dengan senja aktif yang siap memberikan gelap, gelombang semangat tak kenal lelah menghempas karang sebesar apapun, hembusan angin sore menyapu pasir hingga mengenaiku dan sedikit masuk ke mataku, sampai akhirnya tersapu oleh air hujan.

Kutemukan kalian dalam gelap hati merana di tengah sejuknya himpitan pohon pegunungan. Kutemukan kalian dalam setiap detak nadiku, kutemukan kalian pada fase-fase kritis di mana genk monyet selalu menyertaiku. Terakhir, kutemukan kalian dalam satu bingkai alam yang menyatu sesuai dengan nama kalian masing-masing. Dan namaku. Aku menambahkan diriku dalam lukisanku sebelum aku kembali ke pangkuan namaku.


Aku Sea. Si laut keras kepala.

The End
readmore »»  

Fiksi: "S E A"

Aku Sea. Si laut yang keras kepala. Pernah suatu hari, seseorang memukulku secara sembrono dengan kayu tepat di mana otak kiriku bersarang dan tidak apa-apa. Antara keras kepala dan kepala keras musti ada pembeda makna. Kiasan itu yang aku gunakan sebagai isyarat bahwa aku tidak akan goyah meski ada gelombang menerjang. Paling cuma gores saja oleh batok kelapa yang terbawa arus.


Kerjaanku mengamati dan mencari. 



Siapalah aku. Si laut yang tengah terdampar di pegunungan. Mencari tarzan yang siap dijadikan teman. Siapa sangka, monyet setengah zebra yang kudapat. Ya, monyet itu berbadan belang hitam putih seperti zebra. Tidakkah kau pikir itu cuma monyet yang iseng berguling-guling di zebra cross? Ada zebra cross di hutan?

Pengamatanku berlanjut pada satu....emm...dua objek manusia yang tengah mendaki gundukan tanah. Kuamati dengan seksama. Yang satu manusia besar dan satu lagi manusia kecil yang menjadi tas gendong si manusia besar. Lucu sekali. Tak kuanggap mereka beruang karena mereka tidak besar dan berpakaian. Pengamatanku berkembang menjadi maju dan mencari. Mencari tahu siapa mereka. Perlahan aku turun dari istana naga yang kusewa sementara. Kubayar dia dengan ucapan terima kasih.

Kuhampiri mereka, kutatap mereka, si manusia besar balas menatap, sedangkan tas gendongnya tertidur. Tak ada kalimat berarti yang terucap kecuali sapaan klise sejenis "Hai...aku Sea." dan "Kau siapa?" Selanjutnya terserah anda.

Namanya Sun, si Matahari aktif dan tas gendongnya, Light. Tak banyak yang kuketahui dari mereka. Sun bilang padaku bahwa dia suka mengabadikan momen bersejarah antara flora dan fauna. Kulihat Sun menjepretkan kameranya pada sebuah objek, kumbang yang tengah hinggap di batang pohon. Light tetap pada orbitnya, diikat supaya tidak jatuh. Oh iya, kan tas gendong, jadi tak akan jatuh.



Aku melengos pergi sementara Sun masih asik dengan jepretannya (tentu saja masih dalam status menggendong). Aku menerka, Light itu adiknya, atau keponakannya, dan masih terlalu cepat disebut anaknya apalagi cucunya, kalau cicit? Kudaki gunung, kulewati lembah, melihat sungai yang mengalir indah ke samudra, kucari teman bertualang. Monyet-monyet bersorak, burung-burung bersiul protes seolah tahu jika itu adalah soundtrack salah satu film kartun bertema ninja dan aku hanya menyadurnya. Lama aku tidak menjamah televisi.

Aku terperanjak, aku terkesiap, aku melongo, aku cengo, begitu kata anak muda zaman sekarang. Tampak jalan beraspal cap zebra sudah ada di depan mata. Sejauh apa aku berjalan? melamunkan hubungan darah antara Sun dan Light-kah? melamunkan sesosok manusia besar di hadapankukah? Di sinikah si monyet setengah zebra itu lahir?

Tidak tinggi, tidak juga pendek. Tidak kurus, tidak juga terlalu gemuk, bertopi, membawa tas selempang, tidak muda, tidak terlalu tua juga. Standar manusia kota kurang kekinian. Berbeda dengan Sun, manusia besar ini tidak membawa gendongan. Pengamatanku berkembang menjadi maju dan mencari. Mencari tahu sedang apa dia berdiri tegak senyum-senyum di pinggir jalanan. 

Kepolosanku membangkitkan pertanyaan klise seputar 'Hai' atau 'Kau siapa' tak kulakukan karena alasan klise tersebut. Aku melewatinya, memandangnya sekitar 0,75 detik, lalu beranjak pergi. 

"Bang, jangan gerak-gerak, mau difoto!" Kudengar seseorang berteriak memekik tepat di telingaku persis saat aku melewati si manusia besar. Spontan kututup telinga kiriku yang menjadi sasaran kebisingan. Seseorang itu memanggil si manusia besar dengan sebutan 'bang'. Bambang? Gobang? Kelabang? Tak kuhiraukan, aku terus pergi menjauh.



"Oke Gelombang, sip, yuk cabut." Kudengar si manusia besar itu dipanggil dengan nama Gelombang. Dia melewatiku, menatapku sebentar, kutatap dia sekilas, tak ada senyum yang kuberikan padanya dan begitu juga dirinya. Pada akhirnya arah pandangan kami menjadi berlawanan dan jarak antara kami semakin jauh. Aku memberikan senyum pertamaku pada langit terakhir yang kulihat di kota semi metropolitan ini. 

Aku Sea. Si Laut keras kepala. Aku kembali pada alam, naik kembali ke rumah naga. Tertidur lelap dalam hati hampa, menanti sapaan dia yang jauh di sana, di waktu senja, entah siapa.











readmore »»  

10 Mar 2015

Ca Ya on Shop! : #ROKCELANA "Solusi Pintar Muslimah Aktif"

Kamu suka pakai rok?

Ribet kalau naik motor?
Ribet musti pakai celana panjang lagi?
Enggak bebas mau lari-lari?
Makin ribet buat yang hobi naik gunung?

Ca Ya punya solusinya nih!!


#ROKCELANA
"Solusi Pintar Muslimah Aktif"



BAHAN DRILL 

HARGA: 160K
BELI 3 ATAU LEBIH @150K
*Belum termasuk ongkir (Via JNE)

Readystock

hitam:  S M L XL
Moka:  S
Coklat Tua (coklat pramuka):  S M L XL
Hijau Army:  S M L XL
Pandu (warna pemda):  S M L XL
Ungu:  S M L XL

*Ukuran pinggang ALLSIZE 120cm pakai karet dan tali
Ukuran panjang
S: 89cm;  M: 92cm;  L: 95cm;  XL: 98cm 

Detail Kantong:
(Umumnya) ada 4 kantong:
1 kantong dalam sebelah kiri atas
1 kantong HP sebelah kanan atas
2 kantong besar di atas lutut kanan dan kiri

===================================================


Bahan Sanwos

HARGA: 160K
BELI 3 ATAU LEBIH @150K
*Belum termasuk ongkir (Via JNE)

Readystock

Hitam:  S M L XL
Biru Dongker:  S M L XL
Coklat Tua (coklat pramuka):  S M L XL
Hijau:  S

*Ukuran pinggang ALLSIZE 120cm pakai karet dan tali
Ukuran panjang
S: 89cm;  M: 92cm;  L: 95cm;  XL: 98cm

Detail Kantong:
(Umumnya) ada 4 kantong:
1 kantong dalam sebelah kiri atas
1 kantong HP sebelah kanan atas
2 kantong besar di atas lutut kanan dan kiri

===================================================


Bahan Denim 

HARGA: 160K
BELI 3 ATAU LEBIH @150K
*Belum termasuk ongkir (Via JNE)

Biru S M L XL

*Ukuran pinggang ALLSIZE 120cm pakai karet dan tali
Ukuran panjang
S: 89cm;  M: 92cm;  L: 95cm;  XL: 98cm

Detail Kantong:
Hanya ada 1 kantong dalam di sebelah kiri atas

===================================================


Bahan Semijeans 

HARGA: 160K
BELI 3 ATAU LEBIH @150K
*Belum termasuk ongkir (Via JNE)

Biru: S M L XL
Hitam: S M L XL

*Ukuran pinggang ALLSIZE 120cm pakai karet dan tali
Ukuran panjang
S: 89cm;  M: 92cm;  L: 95cm;  XL: 98cm

Detail Kantong:
Hanya ada 1 kantong dalam di sebelah kiri atas

===================================================

Ca Ya juga pakai lhoooo...... :D

Ini bahan Drill

Enggak ribet kalau naik motor
Enggak perlu pakai celana panjang lagi (sama sekali tidak menerawang)
Tetep bisa lari-lari :D
Oke juga buat naik gunung :D

Yuk di Order :D

WA 0897 1482 154
BBM 766ACBDD
Langsung komen di sini juga boleh (sertakan email aja)


Yul Mariii ~
readmore »»  

7 Mar 2015

Ada Apa di Tahun 2013 - 2014?

Hmmm....di tahun 2013 cuma ada 3 postingan dan tahun 2014 cuma ada 9 postingan. Lumayan peningkatan hehe. Permasalahannya adalah, di tahun 2012 ada 90 postingan, bahkan di tahun 2011 ada 112 postingan. Itu artinya....saya mau bilang, di situ kadang saya kesyal.




Flashback *wuuuuuuussshhhh*

Tahun 2013 adalah tahun riweuh (baca: rempong cyiiiin) buat saya. Kebetulan, saya melanjutkan pendidikan sarjana sejak tahun 2011 dan tahun 2013 adalah saat paling pas untuk menggarap skripsi. Iya, ini kebetulan yang sudah direncanakan.

Saya mulai menggarap skripsi kira-kira sejak bulan Maret 2013. FYI, saya kuliah sambil kerja. Sebelumnya, saat sedang senggang di kantor, saya bisa asoy geboy ngisi-ngisi blog, bikin cerpen, ikut lomba sana sini (walaupun jarang.banget.menang), gabung di komunitas penulis dan blogger. Saya cukup menikmati aktivitas saya meskipun amat padat. Pagi sampai sore kerja, malam kuliah, begitu terus selama 2 tahun. Dan saat tahun 2013, aktivitas saya agak sedikit berubah.


Mulai tegang....

Rutinitas ngisi blog, aktif di komunitas dan ikut lomba sana sini menjadi tak terjangkau lagi karena saya fokus dalam menggarap skripsi. Saya selalu merengek-rengek, "Pokoknya harus lulus tahun ini!!!" 

Ngomong, sih gampang, tapi nyatanya.........

Pernah selama kurang lebih 2 minggu saya tidak menyentuh skripsi sama sekali karena tuntutan pekerjaan yang mengkambing buta (membabi buta terlalu mainstream ah). Hampir saja saya menyerah dan resign kerja, eh tapi gak jadi haha. Setelah 2 minggu absen nyekripsi, saya kembali ngebut pelan-pelan (?). Sedikit demi sedikit, bab demi bab saya setor ke pembimbing saya yang Alhamdulillah sangat ketje sekali (Trims Pak Yasmi).



Perkembangan skripsi saya cukup okelah, walaupun aplikasi berbasis desktop yang saya buat masih saja error (ini yang bikin gueh kesyeeelll!!!). Waktu semakin mepet, tidak terasa sudah musim seminar. Suatu hari, Kamis, tanggal berapanya lupa, pokoknya Kamis deh, saya mendapat kabar kalau Bapak saya tercintah masuk rumah sakit, kena serangan jantung.

Menangislah saya....

FYI, Kamis, Bapak masuk rumah sakit dan hari Senin saya seminar akhir. Ya Allah, ujian kembali datang. Setroooonglah, Cha!

Sebelumnya, Bapak dibawa ke rumah sakit di Padalarang, lalu dirujuk ke rumah sakit di Kota Bandung. Karena posisinya saya sedang kerja, maka saya akan langsung ke rumah sakit kota saja sambil berharap-harap cemas. Saya juga masih sempat nonton seminar teman (ijin kerja). Setelah seminar usai, saya langsung ngibrit ke rumah sakit. Betapa baiknya teman-teman saya mau mengantar. 


Terima kasih Genk D'Jambanz

Jangan dulu nanya kenapa nama genk-nya jam...ah sudahlah, itu topik lain lagi. Setelah sampai di rumah sakit, di situlah akhirnya bisa lihat langsung kondisi Bapak. Nangis kejerlah saya. Saya cium tangan Bapak tapi Bapak gak ngomong apa-apa, hanya tergolek lemah. Saya cuma bilang, "Makanya Bapak jangan ngerokok lagi hiks hiks." kataku sambil terisak.

Eh, eikeh malah diomelin emak...

"Jangan nangis di depan Bapak, harus tetep senyum, daritadi ibu sama adek juga gak nangis." Tegur ibu sambil menahan tangisnya. Bapak diharuskan untuk memasang ring di jantungnya. Penjelasan secara medisnya kurang ngerti, initnya jantungnya dipasang sesuatu berbentuk cincin amat kecil yang berguna untuk 'membuka jalur' darah yang tersumbat di pembuluh darah. CMIIW. 

Yang saya inginkan saat itu hanyalah kesembuhan Bapak. Saat itu, skripsi tidak saya pikirkan, tapi setelah dipikir ulang, saya harus tetap lulus tepat waktu. Untuk itu, saya harus mengorbankan tenaga saya. Jarak rumah sakit dan rumah cukup jauh, hampir setiap hari saya harus bolak balik ke rumah untuk membawa pakaian dll, mengurus administrasi rumah sakit dll. Beruntung saya masih kos di Dago yang cukup dekat dengan rumah sakit jadi adik saya bisa istirahat di kos sedangkan ibu saya standby di rumah sakit.

Sepertinya perjuangan saya mondar-mandir gak karuan (plus ijin kerja beberapa hari) tidaklah sia-sia. Operasi pemasangan ring di jantung Bapak berjalan lancar tetapi masih dalam perawatan intensif. 


Alhamdulillah legaaaa rasanyo ambo....

Ibu saya meminta saya untuk kembali nyekripsi. Okelah, saya kembali ngebut nyekripsi dan untungnya teman-teman Genk D'Jambanz selalu siap membantu xixixi. Minggu malam, emm lebih tepatnya tengah malam, saya capcus nge-print skripsi 3 rangkap. Iya loh tengah malem, untung aja banyak tempat ngeprint 24 jam hehe. 

Bismillah, saya siap seminar Senin siang...

Ya gak siap-siap amat sebenernya. Yakin saja deh karena saya sudah berusaha, kan, Bapak juga makin membaik, jadi harus semongat dunz bhay.

Senin sekitar jam 7 pagi, saya bantuin temen saya dulu nyiapin seminarnya sekalian nonton seminarnya juga haha karena kebetulan pembimbingnya sama. 

Langsung cuss ke jam 1 siang

Saya seminar jam setengah 2 siang, jam 1 sudah siap-siap. Proyektor oke, laptop bisa nyala (hahahaha), pokoke udah bisa tampil di tembok dan siap tempur. Saya pun ngibrit buat ngecek penguji dan pembimbing. Dua penguji saya sudah standby dan ketika saya mencari Pak Pembimbing.....beliau tidak ada. Saya sms tidak dibalas, di tlp gak diangkat. 

Ono opo meneh ikiiiii :(

Berkali-kali saya tlp tidak diangkat. Oh Nooooo Bapak kemaneeeeeee siiiiiihhh udah setengah duaaaaaa huaaaaa (nangis bawang). Saya cuma bisa nangkring di depan pintu kelas (penonton udah siap) sambil manyun. Salah seorang teman saya cuma nepukin pundak saya dan bilang "Sabar, Cha, tunggu aja."

Apa seminarnya bakal ditunda? Gak mauuuuuuuuuuu :(

Waktu sudah menunjukan pukul 2 siang dan seorang peserta seminar lainnya mendatangi saya, "Kak, sebentar lagi giliran saya seminar, gimana nih?" Saya mencoba berpikir keras berharap ada jalan keluar.

"Yasudah, nanti kalau sudah waktunya kamu seminar, mulai aja gak papa kok." Usul saya yang tak bisa berbuat apa-apa karena jatah seminar saya cuma 45 menit.

Pasrah sepasrah pasrahnya

Dan saat jatah waktu seminar saya habis, pembimbing saya datang. 

LEGA tapi khawatir....

Khawatir beliau akan bilang kalau seminar saya ditunda, tapi ternyata......

"Ayo seminar!" Seru Pak Dosen dengan wajah berkeringan. Mungkin habis maraton.

"Tapi waktunya sudah habis, Pak." Keluh saya ragu.

"Gak papa, lanjut aja." Pak Dosen memberikan secercah harapan dan semangat bagi saya, si gadis Jambanz (abaikan kata terakhir).

Akhirnya saya bisa seminaaaaaaaarrrr.........

Sama sekali di luar ekspektasi saya. Seminar berjalan sangat lancar. Kenapa saya bilang sangat lancar? Karena saya cuma dijejali 1 pertanyaan dari penguji dan selesai. Krik krik. Iya, paling cuma kurang dari 15 menit. Katakan HOREEEEEEE. Padahal saya cengok begete hahahaha.

SENENG PALA BELBI

Teman-teman saya pun meneriaki saya, mendatangi saya, dan menjitak-jitak kepala saya. Antara senang karena temannya sukses setelah melewati berbagai macam gundukan atau kesal karena seminarnya terlalu lancar dan mereka envy gitu hahahahaha.

فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS. Ar-Rahman [55] )

Seneng banget rasanya. Habis itu, saya langsung burur-buru ke rumah sakit dengan membawa kabar gembira kalau kulit manggis kini ada ekstraknya seminar saya sukseeeesss huehehhehehe. Tentu saya Bapak dan Ibu serta adek senang bukan kepalang. Bapak semakin membaik, saya selesai seminar, dan bisa maju sidang dan......lulus, kan, ya? hehe

Apa yang selalu diusahakan, memang tidak akan ada yang sia-sia. Begitulah yang saya rasakan selama tahun 2013. Sangat bersyukur juga akhirnya saya bisa wisuda. Happy ending?

Cerita tahun 2014......


Yuk Mariiiii ~



readmore »»  

3 Mar 2015

Detektif Conan: Makin Seru Makin Rumit Makin Menjadi

Sampai saat ini, komik Conan sudah sampai jilid 81 dan sepertinya belum ada tanda-tanda akan tamat. Justru sebaliknya, misteri demi misteri semakin bermunculan, disertai dengan beberapa rahasia terbongkar. Banyak cerita yang membuat saya penasaran seperti artikel-artikel tentang Conan yang sudah saya buat sebelumnya (bisa dilihat di menu Detektif Conan).
Nah, sekarang saya hanya ingin mengeluarkan unek-unek gazebo saya tentang banyaknya teka-teki gila yang dibuat Aoyama Gosho. Oh plis Sensei, kapan ini akan berakhir? Disitu kadang saya syedih beibs....

First Case : Tertembaknya Suichi Akai oleh Rena Mizunashi

Sedari awal, saya sama sekali tidak percaya jika Akai mati 'semudah itu'. "Udah?matinya gitu doank?Gak seru ah!" Pikir saya saat itu. Saya selalu menunggu komik-komik selanjutnya atau mengikuti komik onlinenya dan disitulah saya merasa sedih menemukan jawabannya. 

Berawal dari kasus penyandraan di Bank di mana Bu Jodie juga menjadi sandera dan disitu Akai muncul dengan luka bakar di pipi kanan atau kiri saya lupa hyehehehehe. Dari situ saya yakin memang Akai masih hidup, tapi apakah lelaki pipi kebakar itu Akai yang sesungguhnya?

Rasanya kok terlalu gegabah ya Akai menampakkan diri di depan banyak orang begitu (meskipun dia pakai topi). Rasa penasaran saya semakin menjadi karena tak satu patah katapun diucapkan oleh lelaki pipi kebakar itu.

Belakangan saya tahu ternyata lelaki pipi kebakar itu memang bukan Suichi Akai, tapi si Bourbon aka Amuro (si cowok item itu lho). Dia menyamar menjadi Akai untuk memastikan kematian Akai dengan melihat reaksi orang-orang kenalan Akai. Oh gitu yaaaa baiklah.

Jadi...di mana Suichi Akai berada?


Kenal Subaru Okiya? Cowok misterius yang tiba-tiba muncul saat kasus kebakaran apartemen yang melibatkan Conan dkk. Singkat cerita, Subaru akhirnya numpang di rumah Shinichi. Awalnya Haibara keberatan karena merasa Subaru adalah musuh tapi Conan bilang "tidak ada penggemar Sherlock Holmes yang jahat." haha lucu.

Singkatnya lagi, Subaru Okiya adalah Suichi Akai. Katakan HORE!!!! Akai menggunakan trik sedemikian rupa sehingga mayat yang terbakar di Puncak Raiha itu bukanlah Akai. Inilah yang membuat saya kesal dengan Aoyama Gosho. 

Kalau mau baca lebih lengkap karena memang sangat rumit dan bahkan saya belum mengerti sepenuhnya. Silakan buka mangacanblog.com baca saja chapter 894-897. Anda akan tercengan membelalak hahahahaha....karena di cerita ini Suichi bukanlah Akai haha pusing, khan :D

Second Case: Ada Gadis Misterius Mirip Ai Haibara

Hadeeeh muncul lagi tokoh misterius. Di chapter 877, muncul lagi cewek misterius yang katanya mirip Sera, tapi bagi saya itu mirip Haibara, mungkin karena rambutnya. Belakangan saya tahu, cewek ini tinggal bersama Sera. Berbagai macam spekulasi muncul. Ini juga yang saya dapatkan setelah membaca beberapa sumber dari forum haha.

Entah bagaimana ceritanya, ada yang beranggapan bahwa cewek misterius itu adalah saudara tengah Sera. Perlu diketahui bahwa Sera adalah adik dari Suichi Akai, ini saya tahu pas di kasus Bell Train Pass atau apalah itu. Nah, Sera pernah berkata bahwa dia punya 2 orang kakak. Kok agak mustahil, ya, kalau cewek itu kakak Sera. Secara perkiraan usia masih di bawah Sera, SMP-lah.

Tetapi...di chapter 878 (halaman terakhir), cewek misterius itu berkata..........

ini mirip Sera atau Haibara?

Yang lebih mencengangkan lagi, ada yang berkata bahwa si cewek ini adalah ibu dari Ai Haibara. HAAAAAAAHHHHH???? Ya, teori yang berkembang mengatakan Elena (Ibu Haibara) pun meminum APTX4869 dan mengecil. Yang saya tahu, ayah dan ibu Haibara sudah meninggal karena kecelakaan sesaat setelah Haibara lahir. Teori ini bisa jadi benar. Makin penasaran sayah hmmmm. Lalu apa hubungannya keluarga Haibara dengan Sera? berarti ada hubungan juga antara keluarga Miyano dan Akai, mengingat dahulu Akai menyusup ke Organisasi lewat Akemi yang tidak lain adalah kakak Haibara. Hadeeeehhhhh seruuu gileeeeee yeeee pusyeeeeeng.

Teori selanjutnya, lihat gambar di bawah ini


Ya, baru saja say asadari bahwa kriwil-kriwil rambut si cewek misterius ini sangat mirip dengan kriwil rambut Yukiko Kudo (Emaknya Conan/Shinichi). Apa mereka saudara? mungkin masih ada hubungan darah? atau cuma kebetulan? Atau Sensei Aoyama bingung mikirin model rambut yang pas buat dia? Ah sudahlah, silakan tebak sendiri hihi. 

Catatan: Cewek ini punya gingsul dan Sera pun punya. Udah sih pengumuman doank, sapa tahu mereka memang saudara beda bapak beda ibu karena cewek ini bilang dari keluarga yang lain hihi.


Third Case: Siapa sebenarnya Amuro/Bourbon?

Seperti yang sudah diketahui bahwa Amuro adalah Bourbon dan sepertinya sobatan sama Vermouth secara mereka suka barengan aja sih. Yang saya tahu, Bourbon sangat benci Akai dan begitu semangat memburu Akai. Entah apa motifnya tapi menurut saya, ada sesuatu yang telah dilakukan Akai hingga membuat Bourbon marah besar.

Lalu....coba simak gambar di bawah ini...


Lalu, apa kesimpulan kalian? Saya berpendapat kalau wanita di atas adalah Elena (Ibu Haibara). Masalahnya, selama ini Sensei Aoyama tidak pernah menggambarkan secara jelas sosok Elena itu seperti apa. Yang pernah digambarkan hanya rambutnya yang panjang dan berkacamata. Miriplah seperti wanita di atas. Kalau memang benar, berarti ada hubungannya antara keluarga Miyano dan Amuro. Yassalaaam, saya berani menebak kalau akhir cerita Conan adalah semua tokohnya berkaitan satu sama lain tanpa terkecuali hahahahaha.

Wanita itu bilang akan pergi jauh. Banyak arti dari kata 'pergi jauh', bisa mau mati atau sungguhan mau pergi tanpa kembali atau menghilang sementara atau.........ya, mengecil karena APTX4869 yang artinya wanita itu sudah merencanakan semuanya, menghilang dengan cara mengecil. Tapi, masih ada yang janggal menurut saya hmmmmm.......kalau memang benar wanita itu adalah Elena dan benar bahwa dia mengecil menjadi cewek kecil misterius tadi.............rasanya aneh.

- Elena menghilang (atau meninggal) setelah Haibara lahir. 
- Kalau Elena minum APTX4869 lalu mengecil berarti menjadi umur sekitar 7th.
- Saat ini Haibara berumur sekitar 18th.
- Berarti seharusnya Elena sudah berumur sekitar 25th.
- Kenyataanya, cewek kecil misterius itu masih seperti anak SMP, berarti sekitar 14-15th. Jauh di     awang-awang.

Namanya juga teori, tidak ada yang tahu. Tapi tidak ada yang tidak mungkin, bisa saja Elena sudah terlebih dahulu punya obat yang merupakan pengembangan dari jenis APTX. Entahlah.

Fourth Case: Ada Indikasi bahwa Ran pernah mengenal Sera sebelumnya

Di beberapa cerita, banyak yang menduga bahwa Sera sudah mengenal Conan sebelumnya. Besar kemungkinan Sera juga tahu bahwa Conan adalah Shinichi. Di luar dugaan, Ran pun mulai menyadari bahwa ia merasa mengenal Sera sebelumnya setelah mendengar kata-kata Sera. Benarkah? Ya, dalam bayangannya, ada seorang anak mirip sera dengan gingsulnya (tentu saja) dan sepertinya anak itu sekitar SD....Ditambah lagi, Ran juga tampak pernah mengenal cewek mirip Haibara itu.

 
Ini ada di chapter 905

Ini bisa menjelaskan kenapa Sera selalu saja bertindak seolah mengenal Conan sejak lama. Mungkin karena memang mereka pernah saling mengenal sebelumnya. Masuk akal. 

Yap, mungkin sekian dulu basa-basi dari saya. Terlalu banyak puzzle yang masih berantakan, mungkin bisa kita rapikan pelan-pelan sampai semuanya lengkap dan tersusun rapi. Seperti biasa, kalau ada dugaan-dugaan lain, monggo share di kolom komentar. Ditunggu :)

Nantikan postingan Conan lainnya, nunggu saya dapet wangsit :D agak rumit soalnya, saya aja gak ngerti-ngerti inih haha...


Yuk Mariii ~

Referensi dan sumber gambar


OOT dikit


InsyaAllah dalam waktu dekat bakal ada produk baru lho!!!
Gak cuma Novel dan Komik ajah :D
Doakan lancar, ya :)

readmore »»