28 Apr 2020

Anta si Kucing Introvert

Awalnya, dia kucing tak bernama. Biasanya cara paling jitu untuk manggil kucing tuh dengan sautan "puusshh puuush" doank. Seiring berjalannya waktu, takdir mempertemukan si kucing dengan si pencinta kucing yang memberinya nama Anta. Anta jadi kucing paling populer di kantor. Nama itu menjadi sangat familiar di telinga kami. Anta adalah tipe kucing introvert yang kalau muncul species kucing baru, dia lebih milih ngumpet, entah karna malu atau takut dikawinin yak (?).


Usut punya usut, Anta udah steril alias udah gak bisa bunting. Sebagai seorang awam, aku gak paham apakah pilihan untuk meng-steril-kan kucing itu berprikehewanan atau tidak. Adikku yang juga ucing lover bilang kucing itu kalau berkali-kali beranak juga gak baik buat kesehatan si kucing itu sendiri. Hmm i see anggaplah Anta udah berkali-kali beranak dan kalau sampai beranak lagi takutnya dia kena penyakit kelamin.

Hari-hari kami di kantor penuh warna, ditambah dengan keberadaan si putih abu pendiam ini. Hobinya naik ke meja lalu santuy goler-goler di atas keyboard laptop atau tahu-tahu minum air di gelas empunya meja. Belakangan ketauan tiap kita pulang kerja, dia santuy sebat di tangga.

Aku dan beberapa teman lainnya hanyalah orang yang tidak terlalu over care sama kucing. Berterimakasihlah pada si cewek pencita kucing yang dengan tulus rajin bawa makanan plus snack sorenya. Seiring melunaknya hati kami, jadilah ikutan beli makanan dan snack kucing bahkan susu kucing pun dibeli. Iya, demi si putih abu Anta. Di lehernya pun sudah dipasangi kalung dengan bel kring kring sebagai tanda kalau dia datang.

huft, mulai sedih.

Tidak ada maksud buruk sedikitpun ketika suatu hari Anta ingin dibawa pulang oleh salah satu dari kami, si pecinta kucing karena kondisi pandemi Corona yang membuat kita akan jarang ke kantor (ternyata tidak terbukti). Kebetulan, si pecinta kucing ini memang melihara kucing dan hewan-hewan lainnya di rumahnya jadi kami tentu saja sangat percaya kalau Anta ada di tangan yang tepat. Kami membayangkan Anta bakal happy ketemu kucing-kucing lainnya, makannya terjamin, tempat tidurnya pun sudah pasti nyaman. Fix, dia gak bakal kelaparan.

Tanpa ragu, Anta dibawa pulang, naik mobil bagus. Anta jadi salah satu kucing beruntung karena pernah naik mobil bagus. 

Hari itu berjalan baik dan lancar, Anta keliatan happy dengan lingkungan barunya.

Tapi rupanya tidak lama. Anta keluar rumah dan tak kembali sampai detik ini.

Dari situ kami menyesal. Menyesal karena dengan percaya diri menganggap Anta akan happy dan baik-baik saja di tempat baru. Mungkin saat itu dia hanya ingin main di luar, tapi tak tahu arah pulang. Atau mungkin Anta ingin kembali ke kantor tempat dia dibesarkan?

Bapak Security kantor bilang Anta udah di kantor ini sejak kecil.

Makin menyesalah kami. Meski seekor kucing, harusnya kami tahu kalau kuicng juga bisa jadi hewan teritorial, kalau sudah terbiasa di satu tempat, dia ga akan kemana-kama. Biasanya memang seseorang baru sadar setelah kehilangan.

Anta, kamu di mana? 

Aku memang bukan pecinta kucing, aku juga gak se-care teman-teman lain kalau soal Anta. Tapi ya gitu, begitu gak sengaja lihat foto selfiku bareng Anta rasanya....ada yang kurang ya?

Anta, pulang dong...

Masih tetep optimis Anta bakal pulang.

Maaf ya Anta, rupanya kita memang belum sepenuhnya paham kalau sebenernya kamu gak ingin kemana-mana. Kamu pengen tetep di kantor ini ya....







1 komentar:

  1. Izin promo ya Admin^^
    bosan tidak ada yang mau di kerjakan, mau di rumah saja suntuk,
    mau keluar tidak tahu mesti kemana, dari pada bingung
    mari bergabung dengan kami di ionqq^^com, permainan yang menarik
    ayo ditunggu apa lagi.. segera bergabung ya dengan kami...
    add Whatshapp : +85515373217 ^_~ :))

    BalasHapus

was wes wos...^^

Welcome Home Anta!

Cek cerita hilangnya Anta DI SINI Sekitar 2 minggu yang lalu, di malam Jumat yang syahdu, notifikasi HP berdering berkali-kali. Si pecint...