Langsung ke konten utama

yg berbeda di Film "Tanda Tanya"

Ca Ya kembaliii :)
Sabtu kemarin,aku menyempatkan diri nonton pelm yg kata'a banyak menuai kontroversi, yaitu pelm "Tanda Tanya". Menurut kabar berita yg beredar, film ini menunjukkan kehidupan Pluralisme (bru ngarti stelah ntn pelm'a hahha). Karena penasaran, akhir'a coba nonton deh :)



Pluralisme sendiri berarti menganggap semua agama itu sama (sama2 baik dan sama2 benar). Pertama kali nonton, memang terlihat hawa2 Pluralisme yg kuat, tapi setelah melihat pelm ini lebih jauh, terlihat adanya toleransi antarumat beragama yg begitu kuat, walaupun tetap ada konflik antar agama.

Ada satu hal sederhana yg kulihat dalam film ini, yaitu ketika dua orang dengan ras berbeda saling menjelek-jelekkan ras masing2, dalam hal ini cina dan pribumi. Memang hanya sebuah ejekan tapi dalem juga klo diejek seperti itu, yg satu dikatain cino sipit(dalam bhs jawa) dan yg satu lagi dibilang teroris, padahal mereka tinggal dalam satu wilayah. Aku seperti melihat dua anak kecil yg saling ejek hanya karna beda ras dan agama.

Banyak hal dalam film ini yg patut dicerna secara lembut (emang nasi!!), seperti seorang muslimah yg bekerja di restoran cina yg menjual masakan babi. Dalam kehidupan nyata, ketika sebuah restoran yg menyediakan menu masakan babi, maka orang2 muslim pasti enggan makan di restoran tsb karena mengganggap bahwa semua masakan mengandung unsur babi walaupun misal ada masakan non babi. Tetapi dalam film ini, dijelaskan dengan sejelas-jelasnya bahwa masakan babi dan non babi benar-benar dibedakan mulai dari peralatan masak hingga penyajiannya. Pemilik restoran pun memang sudah mengetahui dengan jelas perbedaan yg ada sehingga tak jadi masalah apabila orang muslim juga makan di restoran ini.

Ada juga seorang ibu yg memilih pindah dari agama Islam, hal ini seperti sudah dibenarkan dan terkesan biasa saja. Memang, dalam Islam, orang yg keluar atau pindah dari agama Islam berarti murtad dan tentu saja akan mendapat dosa besar. Aku gak bisa komen apa2 untuk masalah ini. Aku cuma bisa bilang kalau urusan agama, itu urusan manusia dan Tuhan.

Ada yg menarik perhatian saia ketika seorang muslim bermain sandiwara dan memerankan tokoh Yesus dalam acara Paskah di Gereja Katolik. Sempat menuai protes dari orang Katolik karena menurutnya jika tokoh Yesus diperankan oleh seorang Muslim, akan menurunkan martabat umat Katolik (intinya begitu) tapi seorang pendeta Katolik sudah menjelaskan bahwa keyakinan tidak akan rusak karena sandiwara. Semua tergantung dari pribadi masing-masing. Tentu saja, orang yg melakoni harus memiliki keyakinan yg kuat.

Ada juga cerita ketika si anak pemilik restoran Cina bersikeras membuka restoran di hari ke-2 Lebaran. Hal ini menimbulkan tindakan anarkis dari kelompok Muslim yg akhirnya merusak dan menghancurkan isi restoran. Tentu saja hal ini tidak dibenarkan, aku emang sempet kesal dengan tingkah si anak pemilik restoran yg tidak menghargai perbedaan. Keegoisannya justru menimbulkan perpecahan dan berujung pada kematian sang ayah yg sekaligus pemilik restoran. Ini sebuah pelajaran berharga dalam kehidupan nyata, masalah tidak bisa diselesaikan dengan tindakan anarkis dan seperti kata pemilik restoran kepada anaknya, bahwa membuka restoran bukan semata2 hanya mengincar keuntungan (kira2 intinya begitu).

Ada lagi nih, cerita ketika seorang muslim yg menyelamatkan Gereja dari bom dengan membiarkan bom tsb meledak bersama dirinya. Hmm...pertama kali aku mikir "kenapa gak dilempar aja itu bom jauh2???" tapi setelah itu aku mikir lagi "ooohhh, mungkin takut ada orang yg kena bom itu pas bomnya dilempar". Lagian dalam film itu aku tidak tau itu bom waktu atau bukan. Kalau memang bom waktu dan tertera waktu meledaknya, brati wajar klo dia buru2 kabur sebelum bom meledak di dalam Gereja. Aku sering liat di TV, klo ada orang nemu bom terus lapor polisi lalu tim gegana dateng lalu diperiksa dulu bom'a, udh gtu baru deh diputuskan akan diledakkan atau malah meledak tanpa diduga-duga. Nah, dalam film ini, si penemu bom cuma sekedar membuka kardus pembungkus bom lalu merasa takut sambil membayangkan beberapa hal di masa lalu barulah kemudian dia langsung ngacir sambil teriak "AWAAASSS ADA BOOOMMM". heheh malah ngomongin bom :D

Yaaahhh, beberapa hal di atas cukup menarik perhatian saia setelah nonton film "Tanda Tanya". Ada baiknya jika kita tidak semena-mena menganggap film ini buruk, coba tonton dulu baik2, baru deh kasi komentar. Film ini bagus untuk bahan diskusi di forum :D

hehe ini cuma pendapat saia aja kok sebagai penonton xixixixi :D

jadi....Masih pentingkah kita berbeda?

Yuk mariii ;)


Komentar

  1. hehehe...
    kebersamaan dan rasa saling menghargai akan menyatukan perbedaan itu menjadi satu kebahagiaan...
    :)

    BalasHapus
  2. makanya ada slogan Bhineka Tunggal Ika :D

    BalasHapus
  3. wah ni kayak film Cin(T)a gitu yah??
    tapi nice juga C.. hehehehe

    BalasHapus

Posting Komentar

was wes wos...^^