Langsung ke konten utama

Ratapan Seorang Bandar Pulsa

Musim pertama sebagai seorang penjual pulsa dimulai saat kuliah Diploma semester 1. Iming-iming dapat tambahan uang jajan pun terngiang-ngiang di kuping. Dengan hati malaikat, ibuku memberikan modal awal untuk mulai bisnis pulsa sejumlah tuuuuutt rupiah. Yak, pekerjaan jadi pedagang pun dimulai! Let's Go!


Pada sebulan pertama, penjualan berjalan lancar, tanpa ada hambatan yang berarti. Laba yang didapat pun bisa dibilang lumayan, daripada lumanyun. Wajah pun berbinar ketika merasa bahwa usaha pulsa ini sukses. Padahal, baru juga sebulan woy.

Bulan-bulan berikutnya pun terlewati dan sepertinya ada yang janggal di sini. Iya, yang ngutang makin banyak dan yang bayar tepat waktu makin sedikit dan laba makin berkurang serta wajah makin cemberut. Kejanggalan ini harus segera diatasi dan berikut adalah hal-hal yang mempengaruhi macetnya usaha pulsa mandiri, khususnya yang terjadi padaku :

1. Aku tidak memberlakukan sistem counter, maksudnya sistem beli pulsa langsung bayar. Satu orang bisa ngutang sampai lebih dari 3 kali. Beli pulsa kayak vote Indonesian Idol, via sms gitu. Parahnya lagi, si kreditor lupa bayar atau emang dilupa-lupain, hanya Allah dan dirinya yang tahu.

2. Aku gak punya jiwa rentenir. Mau nagih, gak tega. Mau marah, bukan pemarah. Tapi utangnya udah membludak. Masalahnya, hasil penjualan pulsa harus kupertanggungjawabkan pada sang pemberi modal. Gimana ini????

3. Aku tidak memberi warning pada si pengutang. Seharusnya, jika si pengutang sudah 2 kali  beli pulsa dan belum bayar, sebaiknya jangan ngutang lagi sampai utang sebelumnya lunas. Iya, salahku adalah selalu senyum manis saat si pengutang terus-terusan ngutang.

4. Kredit macet, modal belum balik. Siap-siap nombokin. Kasihan.



Percaya atau tidak, aku pernah rugi ratusan ribu dan akhirnya harus mengembalikan kekurangan modal sejumlah ratusan ribu itu. Beruntung punya celengan. Akibatnya, aku gulung tikar. Tidak diizinkan usaha pulsa lagi sama Bapak huhu. Yo wes.

*Beberapa tahun kemudian.........*

Musim kedua sebagai penjual pulsa kembali dimulai. Kini aku sudah bekerja. Gak terasa, ya. Sambil kuliah S1 juga sih. Aku berani untuk kembali jual pulsa karena sudah punya strategi baru heu. Tak akan kubiarkan para kreditor kembali menguasai jagat pulsa.

Aku kembali jualan pulsa dengan modal yang tak sebanyak musim pertama. Ini termasuk strategi antisipasi kalau-kalau apes gulung tikar lagi. Paling gak, ruginya gak gede-gede amat. Dan inilah beberapa strategi licik nan mulia besutan Ca Ya :

1. Target pasar bukan lagi mahasiswa, melainkan para karyawan di kantor tempatku bekerja. Semua orang tahu kalau mahasiswa itu identik dengan penyakit kantong kering. Dan semua orang tahu kalau karyawan itu bakal gengsi setengah mampus kalau bayar pulsa aja gak bisa. Ini sangat berlaku bagi karyawan laki-laki. Dan di kantorku, semua karyawannya laki-laki *senyum puas*

2. Sistem pembelian pulsa tetap "ngutang terlebih dahulu" dan pembayarannya dilakukan tiap hari Sabtu dengan cara potong gaji. kebetulan beberapa karyawan di sini gajiannya per minggu. 

3. Aku mulai memberlakukan sistem "Harus Tega" pada semua pelanggan pulsa setia Ca Ya Cell. Kalau utang udah lebih tinggi dari menara Eiffel, berarti dilarang keras ngutang lagi. Senyum bangga jadi orang galak.

4. Aku tidak menjual pulsa atau istilahnya berkoar-koar jualan pulsa di area kampus. Kalau ini kulakukan, namanya mengulangi kesalahan yang sama. Kesalahan di musim pertama yang tragis bakal terulang kembali. 


Pada akhirnya, usaha pulsaku berjalan lancar hingga kini. Laba yang didapat, kupakai buat ongkos angkot dan makan sehari-hari. Lumayan, kan. Gaji bisa utuh lho hahaha.

Bisnis itu antara untung dan rugi. Antara sukses dan gulung tikar. Sekecil atau sebesar apapun bisnis kita, tetap aja ada resiko yang harus kita ambil, mau tidak mau. Tidak ada bisnis yang tidak beresiko. Tinggal bagaimana cara kita meminimalisir kerugian dalam bisnis kita.

"Maksimalkan profit, minimumkan cost/biaya"

Semoga bermanfaat bagi para penjual pulsa mandiri di luar sana \(^..^)/

                                   

Yuk Mariii [$__$]

Komentar

  1. aehh... bu Ca Ya udeh jadi bisnisgirl handal niih, minte modal dong buat buka lapak pulsa #ehh :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. bahahha ini baru yg kecilnya,,,ga kebayang klo bisnisnye gede pok,,bise stres gw haahhaha :))

      Hapus
  2. Hahahaha, syukurlah sekarang gak ada kendala mbak :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahhaa iya alhamdulillah sesuatu :3

      Hapus
  3. haha jadi inget temen SMAku dulu, tiap istirahat sekolah berkoarkoar hilir mudik, cuman buat nagih duit pulsa. Tapi berani loh dia. Walaupun badannya imut gitu. Xixixixi

    goodluck ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahha iya ane dulu gtu,,,bner2 kya rentenir tp versi gak teganya huahhahha

      Hapus
  4. Hoho jadi juga kau ikutan kontes ini ka Ran..

    kalau masalah pengalaman ya hampir mirip lah seperti yang waktu dulu pernah gw ceritain...

    Sukses yo...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini jg ampir lupa =,,=
      inget gara2 liat postingan bang Madz :D

      Hapus
  5. hehehe.... saya juga kayak mbak. gulung tikar karena diutangin terus ... sekarang banting setir deh. semoga kita berdua menang mbak, saya ikut juga hehe..

    BalasHapus
  6. setalah aku baca2, postingan2nya sangat bagus, menarik dan bermanfaat,,terus menulis,,karena dengan menulis kita bisa mengembangkan imajinasi kita dan menjadikan kita lebih kretaif..serta kadang bisa menghibur orang lain.. ^_^

    oia salam kenal
    kalau berkenan silahkan mampir ke EPICENTRUM
    folloback juga ya buat nambah temen sesama blogger,,tukeran link juga boleh,,makasih..^_^

    BalasHapus
  7. Kunci keberhasilan adalah menanamkan kebiasaan sepanjang hidup Anda untuk melakukan hal - hal yang Anda takuti.
    tetap semangat tinggi untuk jalani hari ini ya gan ! ditunggu kunjungannya :D

    BalasHapus
  8. Ulasannya sangat inspiratif banget.

    Ndak ikutan ngreview MetroPulsa.Net juga, Sob?

    BalasHapus

Posting Komentar

was wes wos...^^