23 Jan 2018

Cerita dibalik 3 Desember 2017

Niatnya ingin sedikit berbagi cerita tentang salah satu momen penting dalam hidup saya. Mudah-mudahan menjadi penting juga buat orang-orang sekitar heuheu. 

Sejak beberapa tahun yang lalu, banyak teman saya yang begitu ngarep dapat undangan pernikahan saya. Jangankan teman, saya juga ngarep hihi. Mulai dari teman kuliah, teman kantor 1, kantor 2, kantor 3 (haha), ibu-ibu pengajian, tetangga, keluarga besar etc deh.

Jawaban yang selalu saya lontarkan setiap ada pertanyaan ajaib itu, cuma "iya segera" atau "secepatnya" atau "doain yah". Kata-kata, kan, doa, paling tidak setiap apa yang saya ucapkan kemudian di-amin-kan oleh mereka yang tak pernah bosan bertanya. Nah, siapa tahu benar-benar secepatnya, segera hehe.

Sungguh...

Saya selalu berpedoman pada sebuah kalimat "Mintalah pada Allah, maka Allah akan kabulkan permintaanmu"

Iya, Allah pasti mengabulkan setiap doa kita, begitulah janji-Nya pada setiap umatnya yang beriman dan bertaqwa. Syarat dan ketentuan berlakulah, ya. 

17 September 2017

Beberapa minggu sebelum itu, dia memberi kabar akan datang ke rumah bersama orang tuanya. Saya pun meng-iya-kan. Sebenarnya sambil mikir juga, siiiih. 

"Serius neh??"
"Wah maju niih??"
"Duh, siap ga ya gueh??"

Dan pertanyaan-pertanyaan receh lainnya haha.

Bismillah....

Segala sesuatu yang diawali dengan niat baik semoga menjadi baik untuk seterusnya.

Datanglah dia bersama keluarganya (gak cuma sama ortunya ternyata) membawa oleh-oleh. Nah ini yang baru aku tahu, sebaiknya dari pihak perempuan aka sayah memberikan "oleh-oleh" juga untuk pihak pria. Hiks hiks gak tahu atuh da maapkeun...

Acara lamar melamar berjalan simpel dan lancar. Mulai dari obrolan santai sampai serius pun mengalir bak cerita FTV, lancar men. Dari pihak saya cuma ada bapak dan ibu saja. So simple yess. Hari dan tanggal pun langsung ditetapkan biar cepet deh. Sayangnya gak poto-poto heuheu.

18 September - 2 Desember 2017

Mulailah saya berpikir untuk persiapan pernikahan yang sudah diputuskan tanggal 3 Desember 2017. Pokoknya, setelah diskusi bolak balik fix tanggal 3 Desember Akad dan resepsi di Kota Bandung tercinta.

Oke, ini pertama kalinya saya harus mengurus tek tek bengek acara nikahan yang tentu saja melibatkan cukup banyak orang, ditambah ada 2 keluarga besar nih, kudu perfect!

Cukup melelahkan memang mencari tempat dan segala printilannya.

Poin pentingnya adalah, menyesuaikan acara dengan budjet yang ada. Jangan sampai budjet yang mengikuti acara yang kita inginkan. Bedol desa nih bisa-bisa haha.

Singkatnya, tempat dapat, WO sepakat, sempat jalan di tempat tapi akhirnya kembali merapat dengan segala riuh penat tangis kobra blablabla haha. Serius deh, penuh tangis hura-hura demi mendapat hasil yang memuaskan hati 2 keluarga.

Hati sudah cukup tenang karna mba-mba WO yang dengan kebaikan hatinya memberikan jalan keluar untuk incess kacamata yang budjetnya terbatas hihi dan sempat bingung terlunta-lunta karna sudah lewat sebulan belum siap apa-apa hahaha.

Di balik tentramnya hati, selalu ada ujian di baliknya...

Setelah semua persiapan untuk resepsi sudah oke fix, giliran masalah prosesi akad yang bermasalah.

Rencana awal:
Akad dan Resepsi di lokasi tempat Resepsi di Kota Bandung

Realisasi:
Akad harus di Rumah Batujajar. Begitu kata KUA karna satu dan lain hal.
Lokasi Resepsi tidak ada perubahan

Masalahnya:
  • jarak Rumah Batujajar - Lokasi Respsi sekitar 1 - 1,5 jam perjalanan
  • Udah terlanjur DP WO dan tempat yess
  • Rencana untuk resepsi sudah mateng gaess :(

Kesalahannya:
  • Saya tidak terlebih dahulu urus-urus Dokumen KUA dan yakin-yakin aja bahwa semua bakal lancar. 
  • KTP saya domisili Batujajar, tapi saya kepengen nikah/akad di Kota Bandung. Ribet ye gue

Ya sudah, semua rencana berubah. Sempet drop, bete, kesel dan semua perasaan negatif itu mengedap selama beberapa hari di dalam hati. Gondok, men.

Manusia memang cuma bisa berencana, bilamana di tengah-tengah rencana ada perubahan, maka anggap itu bentuk perbaikan yang sudah ada dalam rencana Allah supaya hasilnya jadi lebih baik. Positip ajalah ya mikirnya.

8 - 9 November 2017

Saya dan dia diminta untuk mengikuti bimbingan pra nikah. Tapi doi tidak bisa ambil cuti, jadi saya doang yang ikut. Mayoritas peserta, sih bawa pasangan haha yaudalah ya udah biasa kan jombelo. 

Hmm...di luar dugaan, acaranya cukup seru dan bermanfaat banget untuk para calon manten. Model bimbingannya macem seminar dengan beberapa narasumber. Pembahasannya beragam seputar rumah tangga dan tek tek bengeknya. Acara ini resmi dari Kementrian Agama RI dan dapat sertifikar resmi pula. 

Mau banget sih jelasin secara detail cuma bakal panjang pake banget nantinya hehe...

3 Desember 2017

Hasil karya mba tata rias

 Bebi bebi bala bala

 Yoo rame yooo

Genk gombreng

Adik incess

Foto pun berbicara.

Saya tidak bisa menggambarkan secara jelas suasana hati saya saat dirinya mengucapkan janji sakralnya bukan hanya di depan penghulu dan orang tua saya, tapi di hadapan Allah dan para malaikatnya.

Saat terucap kata SAH, saya pun tersenyum kecil sambil sedikit cirambay, gak mau banyak-banyak mewek, kesian mba-nya udah capek-capek make up haha.

LEGA.

DI luar dugaan, perjalanan dari rumah menuju lokasi resepsi terbilang lancar dan sampai di tempat tujuan tepat pukul 9 pagi.

Begitu sampai, saya langsung digiring mba WO menuju ruang ganti. Mata saya justru takjub melihat maha karya team WO Mandiri Dekorasi yang begitu menakjubkan. Simpel, tapi cantik. Sungguh di luar ekspektasi.

Tidak ada yang sempurna.

Sejujurnya, persiapan yang serba harus cepat ini meninggalkan banyak kekurangan, terutama karena rupanya ada cukup banyak teman yang lupa saya undang. Haaahh, tapi alhamdulillah acara berjalan lancar, cuma saya kurang puas poto-poto haha. Memang, lebih puas jadi tamu ketimbang manten hihi.

Sekarang saya sudah menyandang status baru. Istri. Agak lucu memang. Selain lucu karena akhirnya jodohnya dia dia juga haha. Jodoh memang misteri, yang bisa kita lakukan hanya berdoa dan berusaha. Berusaha memantaskan diri hingga Allah percaya bahwa kita bisa menjadi istri dan ibu kelak untuk anak-anak.

Babak baru kehidupan saya pun sudah dimulai. Saya dan dia masih harus LDR-an sampai saya mutasi kerja. Sabar..sabar..sabar..

Hmm..untuk detail printilan keindahan dekorasi maha karya Team Mandiri Dekorasi akan saya ketik pada postingan selanjutnya hihi.


Yuk Mariii ~.~





4 komentar:

was wes wos...^^

Yang Tidak Biasa dari Nikahan Incess Ca Ya

Orang tuh kalau nikah biasanya... - - - Nah, sejak pertama kali Si Kacamata dan Si Kacamata memutuskan untuk menikah, saya sudah ...