Langsung ke konten utama

Misi buang nyawa

Kebanyakan orang bunuh diri pke cara lompat dari gedung, gantung diri ato minum racun tikus. hmmm kayak'a udah biasa gtu..tapi klo bisa mah jgn bunuh diri atuh yak, cpek2 dikasi nyawa kok mau dibuang gtu aja, harus'a kan dijaga hehe...nah kalo yg ini niih cerita'a beda deui, yang ini emang ada beberapa orang kompakan mau ngejalanin misi bunuh diri, tapi ni mereka bukan bunuh diri lantaran stres ato depresi, tapi mereka ni mau ngejalanin misi jalan2 ke mars. Mereka ni sukarelawan yg mau secara sukarela berkunjung ke planet sebelah, tentu aja taruhannya nyawa, makanya dibilang misi bunuh diri. Persiapan untuk perjalanan ini sungguh berat diluar dugaan hehe...ini saya dapet sumber'a dari Vivanews hehe lagi2 tentang antariksa^^

Begini cerita'a.....

Demi mewujudkan mimpi menjelajahi Planet Mars, enam sukarelawan rela dikurung selama 520 hari, sesuai waktu yang diperkirakan untuk menjelajah 'planet merah' itu. Diprediksi, butuh waktu 250 hari untuk menuju ke Mars, 30 hari menjelajah permukaannya, dan 240 hari waktu yang dibutuhkan untuk kembali ke Bumi.

Para sukarelawan telah menjalani hidup 233 hari di dalam kapsul tertutup yang ditempatkan di pinggiran kota Moskow, Rusia. Sebentar lagi mereka akan mengakhiri misi menuju ke Mars yang makan waktu 250 hari. Bagaimana kondisi mereka?
Sejak Juni 2010 lalu tiga pria Rusia, seorang China, seorang Prancis, dan campuran Italia-Kolombia menghabiskan hidup mereka di dalam tabung.
Nekat saja bukan satu-satunya modal. Para relawan ini setidaknya bukan orang biasa. Romain Charles, 31 tahun, dari Prancis dan campuran Italia-Kolombia, Diego Urbina, 27 tahun, adalah insinyur. Wang Yue, 26 tahun, dari China adalah pegawai di pusat pelatihan luar angkasa China. Sementara Alexey Sitev, kapten dari Rusia bekerja di pusat pelatihan kosmonot negaranya, dua pria Rusia lainnya, Sukhrob Kamolov, 32 tahun, dan Alexander Smoleyevsky, 33 tahun, adalah dokter.

Bak reality show, setiap tindak-tanduk mereka tak lepas dari pengamatan para spesialis perilaku. Misi ini bertujuan membantu para astronot nyata di masa depan mengatasi kondisi terkekang dan stres dalam perjalanan antarplanet.
Para sukarelawan berkomunikasi dengan dunia luar melalui surat elektronik dan pesan video--kadang-kadang komunikasi ini sengaja ditahan untuk menghilangkan kesan para sukarelawan ini tak jauh dari pusat kontrol, dari Bumi.

Sehari-hari para sukarelawan menjalani kebiasaan seperti para astronot pada umumnya. Mereka makan makanan kaleng yang biasa disantap di Stasiun Luar Angkasa Internasional dan hanya mandi sekali dalam seminggu.
Ruang simulasi, tempat hidup para sukarelawan yang memiliki lebar 3,6 meter dan panjang 20 meter ditempatkan di sebuah lokasi parkir di Moskow. Di dalamnya ada enam tempat tidur, ruang duduk, dapur dan meja makan, zona kerja, toilet, laboratorium, dan rumah kaca.

Menurut mantan kosmonot yang menjadi direktur misi simulasi ini, Boris Morukov, tak ada satupun dari enam sukarelawan yang berniat mundur. "Mereka masih memiliki motivasi tinggi, tapi pastinya mereka merasa lelah, itu sangat alami," kata dia, seperti dimuat Daily Mail.
Selanjutnya, enam sukarelawan ini akan menjalani misi simulasi pendaratan ke Mars pada 12 Februari 2011 mendatang dan menghabiskan waktu dua hari untuk menjelajah Mars. Lalu, mereka akan menjalani misi pulang kembali ke Bumi--yang diyakini paling menantang.
"Ini akan sangat berat, karena sangat membosankan," kata Morukov. "Kelelahan dan pikiran bahwa misi telah selesai bisa mendatangkan konsekuensi negatif."

Ini baru selangkah menuju misi Mars. misi yang nyata membutuhkan biaya besar dan teknologi yang mumpuni. Para ilmuwan saat ini masih bekerja keras bagaimana menciptakan perisai yang bisa melindungi para kru dari radiasi luar angkasa.

Hmmmm bagaimana menurut anda?Apa anda mau jadi pasukan berani mati di mars???hehe
Tak ada yang tak mungkin di dunia ini, tapi gak tau kalo di dunia mars hehe^^
Good luck buat para relawan mars^^

Komentar