7 Mei 2015

Inspirasi Style

Waktu kecil, saya termasuk tipikal cewek tomboy yang lebih senang main di luar daripada di dalam rumah. Begitu juga masalah pakaian. Saya lebih suka pakai celana ketimbang rok, tentu saja kecuali sekolah. Saya juga termasuk cewek yang cuek soal penampilan. Saya pikir, ah yang penting pake baju, gak peduli soal padanan warna dan jenis baju.

Saya juga tidak suka dandan. Jangankan dandan, pakai bedak saja tidak pernah. Sifat cuek ini bertahan cukup lama, emmm....sampai SMA kira-kira. Entah apa yang ada di pikiran saya waktu itu, tapi yang jelas saya tidak mau dipusingkan dengan hal-hal yang berbau fashion. Padahal, teman-teman saya cukup fashionable, ya mengikuti trend mode saat itu deh.

Saat kuliah, saya mulai sedikit menyadari akan pentingnya berbusana. Dipikir-pikir, malu dong ya udah kuliah masih aja gaya harajuku haha. Saat itu, saya mulai sedikit memperhatikan padanan warna dan mulai mau memakai rok. Selama tiga tahun kuliah, saya merasa selera fashion saya tidak banyak berubah, masih terlihat sangat sederhana ketimbang teman-teman.

Saya sudah cukup puas dengan atasan kemeja formal dan bawahan rok panjang lengkap dengan jilbab yang senada dengan kemeja atau senada dengan warna rok. Kebetulan, saya tidak suka pakai celana jeans ketat. Saya lebih suka pakai celana gombrong dengan banyak kantong dan sepatu kets, terlihat keren menurut saya.

Sedangkan, teman-teman saya entah kenapa terlihat modis semua. Meskipun tetap dengan atasan kemeja formal dan bawahan celana bahan, mereka tetap modis, barangkali ditambah dengan aksesoris gelang atau kalung dan sepatu baletnya. Saya pikir ini memang karena wajah mereka memang sudah terlihat cantik.

Di sinilah permasalahannya, saya tidak terlalu mengerti fashion, saya tidak pandai memadu padankan pakaian antara atasan, bawahan, kerudung dan sepatunya. Saya lebih suka penampilan simpel, toh memang kan tujuannya kuliah. Tapi untuk main dan jalan-jalan pun saya tetap tampil apa adanya.

Dan di sinilah gunanya internet, saya bisa bebas mencari inspirasi fashion yang cocok dengan postur tubuh saya yang pendek dan kecil. Biasanya saya suka kepoin instagram artis-artis berjilbab yang modis atau cek olshop yang menjual busana-busana muslim. Dan setelah cek and ricek, banyak sekali yang sesuai dengan selera saya, tapi sepertinya masih ada yang kurang.

Saya coba searching lagi beberapa online shop dan mencari-cari model-model pakaian yang cocok sampai akhirnya saya menemukan shopious.com.



Shopious.com adalah sebuah media iklan toko online. Intinya, saya tidak perlu capek-capek kepoin olshop-olshop bolak-balik, tinggal pilih saja ada banyak olshop-olshop kece di shopious.com. Selain itu, kita juga bisa langsung pilih kategorinya, mulai dari pakaian wanita, pria, anak, bayi, gadjet aksesoris, sampai rumah pun ada. Lengkap, kan?

Toko-toko online di shopious.com ini juga dikategorikan berdasarkan lokasinya di provinsi masing-masing di seluruh Indonesia. Ini sangat berguna untuk mengira-ngira ongkos kirimnya hehe. Dan ada satu lagi nih yang membuat saya tertarik, yaitu ada menu Inspirasi Style. Untuk saya yang tidak paham fashion, menu Inspirasi Style sangatlah berguna. Aaaah bahagianya, mulai dari fashion korea yang menjadi favoritku dan model-model hijab yang bisa jadi inspirasi saya.

Menu Inspirasi Style ini sudah cukup lengkap. Karena akhir-akhir ini saya senang pakia rok jadi saya mencari style hijab dengan rok yang suka saya padankan dengan topi juga. Dengan begini, saya sudah sedikit bisa menyesuaikan busana dengan kondisi atau acara.

Dengan adanya shopious.com, berinovasi dalam hal berpakaian pun bisa lebih simpel karena dalam satu website sudah mencakup semua kebutuhan fashion yang kita perlukan.



See ya!



10 Apr 2015

STONE GARDEN - Dunia Avatar Indonesia

Pernah nonton film Avatar? 

Itu lho yang tokohnya tuh badannya biru-biru gitu....
Iya itu betul betul betul....

Semua orang takjub akan keindahan alam yang disuguhkan di film tersebut. Iya, termasuk saya. Ternyata, lokasi pengambilan gambarnya ada di China. Itu adalah sebuah pegunungan nan indah yang diberi nama Southern Sky Column Mountains yang sekarang namanya diganti menjadi Avatar Hallelujah Mountains sejak gugusan pegunungan ini muncul di film Avatar hehe.

Kata siapa Avatar Mountains ini cuma ada di China? Di Indonesia juga ada kok hihi. Untuk orang-orang yang belum bisa langsung ke China (seperti saya), ada baiknya coba dulu nih berkunjung ke Stone Garden (Taman Batu) yang gak jauh beda sama Avatar Mountains. Yah, beda tipislah :D

S    T    O    N    E      G    A    R    D    E    N

Lokasi

Stone Garden atau Taman Batu berlokasi di Desa Girimulya, Desa Gn.Masigit, Kec.Cipatat, Padalarang, Kab.Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Kalau dari arah kota Bandung, lewat tol aja keluar Tol Padalarang, lalu terus ke arah Cianjur, ikutin jalan saja sampai ketemu jalan kelok-kelok, lokasinya ada di kanan jalan, ada papan namanya kok "Taman Batu". Kalau weekend suka macet jadi sabar saja, ya ;)

Tiket

Bagi yang naik motor, hati-hati saja jalannya tanah merah gitu, apalagi kalau hujan, licin banget. Untuk yang pakai mobil juga bisa masuk kok, tempat parkirnya juga cukup luas. Karena kemarin saya pakai mobil, tiket parkir Rp.5000 (kalau motor mungkin kurang dari itu) dan tiket masuk Stone Garden Rp.3000. Ekonomis! Gak perlu khawatir, TKP gak jauh dari tempat parkir kok.

Panorama

Soal pemandangan, jangan ditanya. Udah mirip Avatar Mountains deh! Pokoknya siapkan fisik dan kacamata (buat yang rabun) supaya bisa dengan jelas melihat plus mengabadikan setiap jengkal gugusan pegunungan yang ada.




Lihat, kan, awannya sudah menunjukkan tanda-tanda guluduk dan hujan deh. Cukup mirip sama Avatar Mountains, kan :)) kan? kan? kan? :D


Naiiik...naiiik...ke puncak gunung...tinggiii...tinggiii...sekaliiii...hihi ada banyak gugusan batu di atas, saya sendiri belum menjelajah semua karena keburu hujan :( rencana mau ke sini lagi buat bikin video, kemarin lupa hiks.


Kalau hujan, gak perlu khawatir. Di lokasi, disediakan beberapa saung gitu hihi jadi gak terlalu kuyub juga. Disarankan bawa payung siiih karena sekarang masih suka hujan dari siang sampai sore :v. Hati-hati kalau ada petir, lebih baik langsung neduh saja.


Payung ini bukan properti, tapi emang lagi mau akan hujan hehe. Ini salah satu gabungan foto favorit saya entah kenapa haha. Ada banyak spot foto bagus sebenarnya, tapiiiiii memang belum sempat menjelajah karena faktor cuaca.


Hujan tak kunjung berhenti, sedangkan hari sudah sore, terpaksa kami turun gunung menembus hujan yang memang gak seberapa tapi licinnya luar biasa. Saya sampai lepas alas kaki lalu sekalian main perosotan haha. Belum puas memang, lain kali bakal main ke sini lagi dan harus pagi-pagi supaya tidak terhalang hujan :(

Nah, sekian dulu acara jelong-jelongnya. Semoga bisa ke Stone Garden lagi dan bisa dapat foto lebih cihuy! :D Buat yang penasaran, buruan liburan ke Stone Garden aja hahahaha.

Avatar Mountains.
Mirip Stone Garden, kan, ye? ye? YE?? 


U P D A T E

Yeee akhirnya video Tim Abal-Abal pun selesai saya buat. Monggo diintip untuk lebih dekat melihat keindahan Stone Garden


Yuk Mariii ~

5 Apr 2015

Kuliner Bogor ( GEEK CAFE )

Minggu kemarin saya kembali mengunjungi Kota Bogor. Selain tujuan utama saya yang ingin menghadiri acara pernikahan teman, saya juga berencana untuk iseng kuliner-kulineran haha. 

Kemana aja tuh? salah satunya ke sini

GEEK CAFE

Cafe ini belum lama berdiri. Kebetulan, pendirinya adalah teman kuliah saya dahulu (gak dulu-dulu banget siiiihhh). Sejak pertama kali diberitahu akan adanya cafe ini, jelas saya penasaran. Mumpung ada kesempatan, langsung saja terpikirkan untuk mampir bersama teman saya, gendut (memang itu panggilannya).
Tampak depan GEEK CAFE

GEEK CAFE BOGOR
Dari depan sudah terlihat kalau GEEK CAFE ini didominasi warna hijau. Seger liatnya. Tagline-nya Delicius, Healthy. Udah pasti enak dan udah pasti sehat! Berikutnya, yuk masuk.

 Tampak dalam

Bertebaran hijau di mana-mana. Mungkin kalau ditambah replika tanaman tambah seger, kali, ya...

GEEK CAFE MENU

Waktu itu, saya pesan Orange Juice (cuaca lagi puanas), Fench Fried, dan Banana Cheese. Tidak perlu khawatir, harganya bersahabat banget. Bahkan kalau kamu seorang pelajar pun bisa banget mampir kemari.

Banana Cheese - GEEK CAFE BOGOR
Ceritanya, saya sekalian belajar motret juga, sih haha. Ini cuma pakai kamera HP (pinjeman). Maklum, HP saya belum mendukung autofokus -____-

Orange Juice - GEEK CAFE BOGOR

Biasanya, ada beberapa tempat makan yang ketika saya memesan orange juice ternyata tidak menggunakan jeruk asli, jadi seperti sirup saja. Nah, kalau yang ini pakai jeruk asli, maknyus!

French Fried & Pinch Cake Greentea - GEEK CAFE BOGOR

Maaf ya kalau fotonya masih ala-ala hihi. Dan kentangnya itu sudah dimakan sedikit. Saya suka dengan piringnya (entah kenapa). Mau sesederhana apapun makanannya, tapi kalau piringnya cantik ya jadi terlihat cantik saja. Lihat saja, piring berbentuk daun itu manis sekali, mungkin perlu sedikit hiasan pasti makin manis hihi, apa tuh namanya garnis ya? Kue cubitnya ini bukan kue cubit biasa, rasa green tea lhooo haha enak :D

Sedikit tambahan, saya sempat mencicipi menu Seblak yang dipesan teman saya, dan ternyata ENAK! Tapi lupa difoto :( Sebenarnya saya kurang doyan seblak, siiih, tapi gara-gara Seblak yang ini jadi nagih haha sayangnya saya tinggal di Bandung. Pokoknya kalau ke Bogor, wajib mampir lagi! :D

Secara keseluruhan, saya cukup puas dengan sajian dan tempatnya. Lokasinya di pinggir jalan, cukup mudah ditemukan. Emm....mungkin kipas anginnya kurang hahahhahha. Oh iya, GEEK CAFE juga dilengkapi fasilitas Wi Fi, penting tuh biar makin betah.

Sekian dulu dari saya. Jangan lupa mampir hai orang Bogor atau yang lagi mampir ke Bogor :D
Sukses yaaa buat teman saya, si pengusaha muda tangguh Traffityo :D

Bonus aja siiiihhh :))



GEEK CAFE
Jl.Dr.Semeru 142
Bogor

Owner: Traffityo
Twitter: @geekcafe_id

15 Mar 2015

Ada Apa di Tahun 2013 - 2014? [Part 2]

Ini yang Part 1

Kisah berliku di tahun 2013 sudah usai, berakhir happy ending. Endingnya akhirnya saya bisa wisuda juga dengan selamat haha. Lalu apa lagi yang membuat saya hiatus ngeBlog saat tahun 2014? terhitung hanya 9 postingan saja yang saya hasilkan.

Bisa dibilang, tahun 2014 adalah tahun 'balas dendam'. Selama kurang lebih 2 tahun, kegiatan saya cuma kerja, kuliah, pulang, begitu terus sampai lulus. Kasian, malam minggu malah pulang ke rumah karena lelah seminggu kegiatan full.

Tahun 2014 adalah tahun jalan-jalan buat saya. Memang sih, saya sudah terpisah arah dengan teman-teman dekat selama di kampus. Tapi, anggapan itu salah setelah saya bertemu mereka.

mereka :*

Ya, balas dendam atas ketidakbisaan saya menghibur hati yang kesepian ini selama 2 tahun belakangan haha. Berbagai macam tempat wisata di Bandung, kami jelajahi. Tentu saja bukan tempat wisata seperti Trans Studio yang menguras kantong, tempat-tempat kece juga banyak yang terjangkau kok.

Ciwidey, Bandung Selatan
Agak lupa nama tempatnya apah hahaha. Udah siap mau terjun payung flying fox


Taman Fotografi, Bandung
Mau gratis, main aja di taman! ha ha ha


Jl. Braga, Bandung
Mau suasana klasik? Braga aja!


Area Perkebunan Teh, Pangalengan, Bandung
Mau yang adem-adem tiyis? Pangalengan-lah tempatnya. Gih!


De Ranch, Lembang, Bandung
Tiketnya goceng doank, lho...ga tau kalau sekarang. ha ha ha


Batu Kuda, Bandung
Ini katanya batu kuda, emang bentuknya kayak kuda, ya?


Taman Lansia, Bandung
Hari minggu suka ada pasar kaget di Gasibu, sekalian nyebrang ke Taman Lansia aja


 Dago Pakar, Bandung
Mau uji nyali di gua jepang atau belanda, ke Dago Pakar aja hihi


Floating Market, Lembang, Bandung
Asik banget lho buat cuci mata, bisa kapal-kapalan juga, ada bebek goes juga


Mang Engking, Kopo, Bandung
Ada yang ulang lahir, makan-makan di sini :D


Pintu, Pangalengan
Bukan, kita bukan main di depan pintu. Nama daerahnya Pintu :(


Waduk Saguling, Cipatat, Kab.Bandung Barat
Mana waduknya?


Kebon Arcamanik, Bandung
Tempat gratisan selain Taman Kota, ya ini....kebon kosong. Lumayan buat tes kamera


Citywalk Mall, Bandung
Ada saatnya kita nge-Gahoel di emol lho kawand *.*


Situ Cisanti, Pangalengan
Keren ya? Mau ya? Mau ya? MAU YA? HA HA HA


Home Sweet Home, Arcamanik, Bandung
Kalau muntah, bilang, ya............


Bukit Unggul, Bandung
Di sini ada curugnya juga, suasananya adem bangetlah pokoknya!



Puncak Bintang, Bandung
Kita sempet ikut casting pemain untuk Film Pendekar Tongkat Emas, tapi udah diusir sebelum ikut casting. Kasian yah ~


Home Sweet Home, Pangalengan
Kita mau maen lenong nih!


Borobudur Temple, Magelang

Parangtritis Beach, Yogyakarta

Finally, kita bisa juga loh main (agak) jauh ha ha ha. Bermodalkan nekat dan bekal pas-pasan, kami pun bisa meluncur ke Yogyakarta yang memaaaang kampung halaman saya, siiih. Saya udah rutin ke Jogja tiap Lebaran. Tapi ini acara liburan di luar musim ha ha ha.

Inilah 'balas dendam' yang saya maksud tadi ha ha ha. Sebenarnya tidak semua acara piknik di atas dilakukan di tahun 2014, tapi mayoritas kami lakukan di tahun 2014. Asik kan? Ha ha ha......

Dan........

Dengan bangga saya memperkenalkan teman, sahabat, keluarga saya tercinta...

~ Arcamania Abal-Abal Club ~



Yuk Mariii.....

13 Mar 2015

Fiksi: "S E A" Part 2 - End

Lihat SEA Part 1 di sini

Telingaku terganggu oleh suara bising untuk ke sekian kalinya. Setelah suara kaleng rombeng teman si Gelombang itu, sekarang model manusia macam apa yang memecah angin sejuk di pagi buta begini. Sudah cukup setelah genk monyet mengusiliku semalaman, si ular melewatiku, si tupai mencapakkanku dan sekarang si manusia menyumbang suara sereosa 8 oktaf pemecah gendang telinga. Dua orang manusia. Ya, dua. Eh, tiga.

Aku Sea. Si Laut keras kepala. 

Kucoba membuka mata lebar-lebar, sekedar mengintip keadaan di bawah sana. Dua anak manusia di pinggir danau Sentani. Danau tempatku menenggelamkan diri di pagi hari, mencari ikan di siang hari, mandi di sore hari dan berlayar di malam hari. Dua anak manusia ini tengah asyik berpose. Berpose adalah suatu kegiatan di mana anda menjadi budak kamera.


Pikiranku buyar. Ini pasti karena jadwal penenggelaman diriku terganggu oleh mereka. Kuamati mereka dengan amat seksama. Si manusia bertudung itu tertawa amat lebar dan si manusia berkulit merah itu ikut tertawa seiring dengan aba-aba dari fotografer mereka. Mataku sayu, sedikit berair. Ada yang berbisik, terakhir kali aku merasakan tawa lebar seperti mereka........sudah lama sekali. Ada cinta di antara mereka dan tak ada cinta yang menghampiriku. Belum.

Pengamatanku berkembang menjadi maju dan mencari. Mencari manusia yang senasib. Kulewati mereka dalam diam. Sekilas aku mendengar mereka saling memanggil, tapi hanya Wind saja yang aku dengar. Anggap saja itu nama si manusia bertudung. Kali ini, aku melangkah tidak di alam bawah sadar seperti kemarin. Kuperhatikan langkah dan arahku sambil terus mengucap asa. Aku bisa berjalan hingga berjam-jam lamanya. Ya, tapi hanya monyet-monyet yang kutemukan. Kali ini, aku ingin bertemu manusia.



Sepakat. Garis-garis wajah yang tak terlihat. Posisi wajah menunduk, tudungnya melambai kecil. Senada dan seirama. Kelak, pertanyaan klise itu akan muncul kembali. Lagi-lagi, pengamatanku berkembang menjadi maju dan mencari.

"Andai air matamu bisa menambah debit isi sungai mungil ini, ya." 
"............"
"Janganlah kau diam membisu. Diammu akan menenggelamkanmu."
"............"

Tak sepatah katapun ia keluarkan. Kutinggalkan ia dan tak kusangka di mengikuti. Kubiarkan gadis kesepian ini mengikutiku. Akan kubawa dia ke puncak bintang, tempat favoritku setelah danau sentani. 

"Rain......" Satu kata terucap dari bibir gadis bertudung itu. Wajahku menengok sembari mengangguk seraya memberikan simpul senyum termanisku, "Aku Sea."

Senyap menghilangkan sosok Rain di tengah perjalanan kami. Hanya pada saat dia memberitahukan namanyalah aku melihat wajahnya dan setelah itu hilang. Langkahku tetap mantap menuju puncak bintang meski sebelah sayapku hilang. Senyumku tetap nampak meski seonggok pertanyaan klise berseliweran di setiap sisi syaraf otakku.

Berdiri di pinggir tebing, kurentangkan kedua tanganku, merasakan hembusan angin menerjang tubuhku, kubiarkan begitu beberapa detik lamanya. Puas merasakan gelombang angin, kupungut sebuah batang pohon kecil cukup panjang. Kupegang batang itu erat, memutar-mutarnya perlahan, melemparnya tinggi-tinggi, kutangkap dengan mantab dengan sebelah tangan. 

Diam dalam diam, rintik hujan jatuh cepat. Pikiran klise kembali terbayang. Membayangkan sebuah potongan klise film hasil muntahan kamera. 


Kupilih Rain menjadi partner tongkatku. Rain, si gadis hujan, tenggelam dalam diam, sejuk karena hujan. Kunantikan kau di rumahku nanti, Rain. 

Kuputuskan untuk kembali pulang. Bukan ke rumah naga karena masa sewaku sudah habis. Aku akan pulang kembali ke nama asliku. Aku Sea, si laut keras kepala akan kembali ke laut. 

Tak kutemukan teman, tidak juga cinta, hanya nama. Sun, si matahari aktif, Gelombang angkuh, Wind, si angin ceria dan.....Rain, si gadis hujan. Aku Sea, si laut keras kepala. 


Pada akhirnya kulukis semua hal tentang kalian yang kutemui secara tak sengaja. Di sini, aku berada berhadapan langsung dengan namaku, Sea. Berhadapan dengan senja aktif yang siap memberikan gelap, gelombang semangat tak kenal lelah menghempas karang sebesar apapun, hembusan angin sore menyapu pasir hingga mengenaiku dan sedikit masuk ke mataku, sampai akhirnya tersapu oleh air hujan.

Kutemukan kalian dalam gelap hati merana di tengah sejuknya himpitan pohon pegunungan. Kutemukan kalian dalam setiap detak nadiku, kutemukan kalian pada fase-fase kritis di mana genk monyet selalu menyertaiku. Terakhir, kutemukan kalian dalam satu bingkai alam yang menyatu sesuai dengan nama kalian masing-masing. Dan namaku. Aku menambahkan diriku dalam lukisanku sebelum aku kembali ke pangkuan namaku.


Aku Sea. Si laut keras kepala.

The End

Welcome Home Anta!

Cek cerita hilangnya Anta DI SINI Sekitar 2 minggu yang lalu, di malam Jumat yang syahdu, notifikasi HP berdering berkali-kali. Si pecint...