Coretan Hati Penulis abal-abal :D

Kali ini bukan bikin Flash Fiction kok *senyum seimut mungkin*

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Aku suka menulis. Entah itu menulis cerpen atau novel. Sebenarnya sih begitu. Aku punya satu judul novel, bener-bener satu-satunya dan itu masuk kategori FanFic aka Fantasy Fiction. Sayangnya aku nulisnya di buku. So, males ngetik lagi hehe.

Well, sekedar tahu dan yang mau tahu saja, jenis tulisanku nih bukan literer atau sastrawi atau yang suka menggunakan bahasa-bahasa puitis. No, jauh dari itu. Kadang aku nulis teenlit, kadang (banget) horror/thriller, kadang juga true story, atau bahkan cerita yang lempeng abis!

Impianku....pengen banget punya buku karya sendiri, entah itu kumpulan cerpen atau novel. Lalu...apa aku salah jika sedikit mimpi itu terkabul?



Beberapa waktu lalu, buku antologi pertamaku terbit. See? aku hanya menulis satu cerpen di buku itu. Ya sebenarnya aku bingung juga kalau menyebutnya sebagai "Buku Antologi Pertamaku". Ya sudahlah, semua penulis di buku itu juga menyebutnya begitu.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Antara Penerbit Indie dan Penerbit Mayor

Saat ini, para penulis yang tergolong pemula, sedang asik-asiknya menulis dan berlomba-lomba untuk menerbitkan karyanya. Yak, kita tahu sendirilah, kalau misal ingin menerbitkan karya kita lewat penerbit mayor, musti punya sejuta jurus kesabaran. Mulai dari sabar menunggu karya kita diseleksi, hingga sabar ketika menunggu keputusan dewan juri atas diterima atau tidaknya karya kita.

Iya taulah, kebanyakan dari kita tuh gak sabaran hehe, termasuk aku lho. Jadilah muncul yang namanya Penerbit Indie.



Naon eta Penerbit Indie?

Kata oom Wiki, Penerbit indie adalah sebuah alternatif untuk menerbitkan buku atau media yang lain yang dilakukan penulis naskah bukan dari penerbitnya. Walaupun ini memiliki persentase pasar yang sangat kecil bila dibandingkan dengan penerbit pada umumnya dalam hal penjualan, tapi ini telah hadir menjadi sebuah bentuk baru.

So, kita cuma perlu sabar buat nungguin karya kita diterbitin. Karya yang dikirimkan lewat Penerbit Indie tuh langsung diterima, gak pake acara tolak-menolak. Tentu aja dengan karya yang tidak mengandung unsur SARA dan PORNOGRAFI. Ho oh.

Gimana dengan kualitas buku seisinya yang diterbitkan oleh Penerbit Indie?

Well, jangan salah ya? berdasarkan pengalamanku (yg baru pertama kali) membeli buku terbitan salah satu Penerbit Indie TOP, kualitas bukunya gak kalah lhooooo ama yg dari terbitan penerbit mayor. Soal isi juga jangan salah, keren-keren!! Ini membuktikan bahwa BANYAK penulis-penulis di luar sana yang berpotensi jadi penulis hebat. Amin mudah-mudahan aku salah satunya. NGAREP!!!

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Aku berharap tidak ada dinding pembatas antara penulis dari penerbit indie dan penerbit mayor"

Kenapa aku berkata demikian?

Mudah-mudahan ini cuma perasaanku yang kelewat sensitip aje muehehhehhehe. Ketika buku antologi pertamaku terbit, hal pertama yang (kayaknya pasti) terpikir oleh kawan-kawan (yg blm tau ttg penerbit indie) adalah "asik donk dapet royalti".

Hahaha..aku gak akan ngoceh panjang lebar soal "perbedaan pendapatan" yang akan diperoleh jika karya kita diterbitkan oleh penerbit indie atau penerbit mayor. Kawan, jika karya kita diterbitkan lewat penerbit indie, jelas buku kita tuh hanya dipasarkan secara online. Jadi, pinter-pinter kita aja jadi marketing, maka "hasil" yang kita dapat pun sebenarnya gak akan berbeda jauh apabila menerbitkan buku lewat penerbit mayor. Tentu saja tergantung marketing hahahha

Terus, gimana dengan royaltimu, Ca Ya???

Hadeh

Diriku yang selalu mengaku kece ini belum mampu menulis satu buku FULL. Baru mampu menulis satu atau dua cerpen dalam sebulan. Tau kan, gimana berharganya sebuah ide? aku hanya mampu ikutan projek nulis "keroyokan" alias rame-rame dan rame-rame pula nerbitinnya, jadilah satu buku. Itulah antologi "Cerita Kita". Ye pikir aje ndili pegimane coba ngebagi royaltinye. 



Kalau nunggu sampai aku bisa nulis satu buku FULL, hadeeeeehhh, kapaaan terbitnya woy. Haha, udah cukup eneg dengan rutinitas sehari-hari, waktu untuk menulis sebuah cerita panjang itu subhanallah sulitnya, jadi cerita pendek aja dulu atau cerita sangat pendek aka Flash Fiction yang suka kutulis tiap hari di blog ini.

"Aku menulis, bukan semata-mata demi uang, tapi menulis adalah hobiku"

Kawan, jikalau anda menulis semata-mata demi uang, InsyaAllah anda gak akan tahu nikmatnya menulis yang sesungguhnya. Gile, Ca Ya ngomong gini huahahha. SERIUS!! kalau emang niatnya buat nyari duit, mending jangan nulis deh. Ngapain kek. Kalau emang rejeki kita, ga akan kemana kok. Tapi, kalau semangat kita nulis, dibayangi-bayangi oleh duit,duit, and DUIT, hadeh, capek kali.

"Menulislah dengan ikhlas"

Ini yang lagi mati-matian kupelajari. Kalo kaga ikhlas mah, mending berenti aje sebelum ujan turun membasahi kertasmu *tseeeeehhhh. Ide bisa dateng darimana aja, bahkan pas lagi buang hajat hahhahha.

Bagi para penulis hebat di luar sana, termasuk Si Kacamata, tunggu aku sampai bisa seperti kalian. Tungguin pokoknya, ga mau tau heu. 

bedewe, curhatanku panjang bener =,,= udah ah.

Yuk Mariii




Tulisan abstrak ini tidak diikutsertakan dalam kontes apapun (Ca Ya gak #banciKontes kok :D)


Komentar

  1. Ayo tulis terus yang bagus dan bermanfaat :D
    Oia salam kenal, ijin follow blog ini yak..






    hiakuherry

    BalasHapus
  2. cita2 kite sama niih, pengen banget punya buku hasil karya sendiri. setujuu ame pendapat lo bu, menulislah dengan ikhlas..:) ssemangaattt

    BalasHapus
  3. @Herry: hahahha iyaaa okeeeeee boleeehh :D

    BalasHapus
  4. Wah asik, terus bukunya udah terbit kah?

    BalasHapus
  5. @Belo: wohooooo nyok qt same2 kejar tu cite2 huehehhehe :D

    @Claude: sprti yg telah dipaparkan di atas, bru bisa bkin buku keroyokan bang :))))

    BalasHapus
  6. saya belum mempunyai rasa dari menulis. apakah smua karna duit ya? hehehe
    salam

    BalasHapus
  7. @Tunsa: hehehe kurang tau sayah :D...gak slalu krn duit kok,,bsa aja krn emg bru prtama x kya sayah :D

    BalasHapus
  8. ga salah koq,bermimpilah setinggi langit..jangan takut bermimpi,mudah2an impian nya terkabulkan.

    BalasHapus
  9. @Atma: hehhhe AMIN makasiiiiiiiiii :D

    BalasHapus
  10. huffhhness. kenapa gue selalu aja ga pede ya nerbitin karya2 itu.. fufufufu

    BalasHapus
  11. @Suci: ayooo donk cobain sensasi nerbitin bukuuu :D
    tulisanmu tuh bagus,,malah aku sih kalau JAUH deh...bneran suir :D

    BalasHapus
  12. wah mantep itu, udah bisa punya buku, tetep semangat nulis yah :D

    BalasHapus
  13. Mbak ini kok banyak mindernya ya,,, he
    Kata orang "Rendah hati bukan berarti rendah diri", saya seorang yang lagi pengen menerbitkan buku, jadi terinpirasi dengan tulisan ini mengenai menerbitkan dan menulis, ayo mbak nulis yang semangat lagi biar yang baca juga tambah semangat. He

    Salam blogger pemimpi

    BalasHapus
  14. @Albab: hehehe msi sgt abal2 kok :D makasi ya :)

    @Cucu: heheh maklumlah efek byk saingan wkwkwkkw....mkasi ya...smgt dr kalianlah yg kubutuhkan heu *alay :D

    BalasHapus

Posting Komentar

was wes wos...^^

Postingan populer dari blog ini

Detektif Conan: Makin Seru Makin Rumit Makin Menjadi

Detective Conan [Puzzle yang masih berantakan]

Detective Conan : Never Ending Story (?)